<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6384686089314667079</id><updated>2012-02-16T10:16:07.911-08:00</updated><category term='paleontologi'/><category term='geomorfologi'/><category term='tektonika'/><category term='stratigrafi'/><category term='batuan beku'/><category term='prinsip geologi'/><category term='kristal dan mineral'/><category term='info lain'/><category term='minyak dan gas'/><category term='struktur sedimen'/><title type='text'>Geologi Indonesia</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://geologikita.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologikita.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>koko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04847763235796465863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/STexex2qDQI/AAAAAAAAAAM/hohD5_-fz2E/S220/koko150.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6384686089314667079.post-3505851761262711968</id><published>2009-11-13T10:38:00.000-08:00</published><updated>2009-11-13T10:40:00.881-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info lain'/><title type='text'>Penghasilan Dengan Blog</title><content type='html'>Blog kamu punya traffic tinggi?? ya atau tidak, apa salahnya kalo coba dengan memasang iklan /advertising untuk memperoleh pendapatan tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat banyak advertising yang bisa dipasang di blog kamu seperti adsense google, adbrite, bitvertiser, dll. Penyedia iklan tersebut memberikan pendapatan berdasarkan berapa kali iklan yang kamu tampilkan di"klik" oleh pengunjung atau yang disebut pay per click(PPC).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan penyedia iklan lookal indonesia (PPC) pun kini sudah cukup menjamur.&lt;br /&gt;Untuk bisa kamu pasang melalui beberapa penyedia iklan yang &lt;span class="fullpost"&gt;cukup bagus reputasinya. setahu saya, ada beberapa yang OK dan menjamin seperti KumpulBlogger.com, AdSenseCamp.Com, AdSpeedy.Com, PPCindo.Com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk publisher, berikut sedikit refiev tentang mereka :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KumpulBlogger.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Jaringan Blogger Indonesia untuk mendapatkan alternatif penghasilan tambahan, dengan cara menyediakan spot/ruangan pada blognya sebagai tempat menyampaikan pesan komersial dari Advertiser&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KumpulBlogger.com akan mengorganisir para Blogger untuk mendapatkan advertiser, dandisediakan report untuk blogger mengenai jumlah pageviews dan klik yang terkumpul, report ini juga dapat dipantau secara real time oleh Blogger maupun advertiser&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sistem Referral untuk Blogger, Bagi anda yang merekomendasikan Temannya untuk join dan teman tersebut memperoleh jumlah klik, maka Anda sebagai blogger akan mendapatkan Rp.25 untuk Iklan Mode Text Links, Rp. 50 untuk Iklan Mode Mini Banner dari klik yang diperoleh oleh teman anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagi yang mau daftar untuk blog kamu :&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://kumpulblogger.com/signup.php?refid=16963"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;KLIK DISINI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://adsensecamp.com/"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AdSenseCamp.Com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AdsenseCamp merupakan website yang memberikan kesempatan bagi Anda untuk memperoleh penghasilan tambahan dengan menyediakan ruang pada website Anda sebagai tempat pemasangan iklan bagi advertiser. AdsenseCamp juga memberikan kesempatan kepada para Advertiser yang berkeinginan mempromosikan iklannya yang bakal disebarkan kepada web owners yang telah terdaftar di AdsenseCamp&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memasang iklan dari AdsenseCamp di websitenya, seorang web owner akan mendapatkan penghasilan tambahan apabila ada yang melakukan klik pada iklan di website Anda. Web owner dapat memantau jumlah pageviews dan klik yang telah dihasilkan pada webnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AdsenseCamp memberikan sistem Referral bagi Web Owners. Web owners yang bisa merekomendasikan temannya untuk bergabung di AdsenseCamp.com dan teman tersebut memperoleh klik atas iklan yang tampil di websitenya, maka setiap klik yang diperoleh oleh teman anda, Anda akan mendapatkan Rp. 25,- (dua puluh lima rupiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://adspeedy.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adspeedy.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adspeedy.com adalah portal periklanan online yang berfungsi untuk mempertemukan Advertiser (pemilik iklan) maupun Publisher (penerbit iklan). Dengan adanya berbagai fasilias unggulan yang siap pakai, adspeedy.com kiranya dapat memberikan nuansa baru dalam dunia periklanan online di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi penerbit, ada 2 zona iklan, yaitu Zona Global dan Zona Individu. Zona Global adalah zona yang telah disiapkan oleh Adspeedy, baik harga maupun format iklan. Penghasilan dari Zona ini menggunakan sistem berbasis Biaya Per Klik atau Per Impression. Sedangkan Zona Individu adalah zona yang disiapkan oleh masing-masing Publisher, baik pengaturan tipe iklan, format iklan, harga, dan sebagainya. Zona ini menggunakan penawaran sistem Bid (tawar-menawar), dimana para pengiklan dapat mengajukan tawaran terlebih dahulu sebelum iklan ditayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program referal terdiri dari Referal Umum dan Referal Khusus.&lt;br /&gt;Komisi Referal Umum adalah 50% (untuk tiga bulan pertama) dan 25% (untuk 9 bulan berikutnya). Sedangkan komisi Referal Khusus adalah 10% flat dan hanya berlaku untuk 1000 member pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ppcindo.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PPCindo.Com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PPCindo.Com hampir sama dengan PPC yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut keuntungan bagi publisher :&lt;br /&gt; * Pemunculan iklan yang relevan&lt;br /&gt; * Komisi yang lebih tinggi berdasarkan Alexa Rank (50% untuk publisher)&lt;br /&gt; * Merupakan passive income yang sangat dahsyat&lt;br /&gt; * Banyak pilihan format iklan (Banner, Teks &amp;amp; Link)&lt;br /&gt; * Warna iklan dapat diatur sendiri&lt;br /&gt; * 1 Account dapat digunakan untuk UNLIMITED situs&lt;br /&gt; * Minimum payout cuma Rp 92.000,- ($10)&lt;br /&gt; * Menerima semua bank yang tercantum di KlikBCA atau bisa juga menggunakan paypal&lt;br /&gt; * Publisher dapat memblokir iklan tertentu&lt;br /&gt; * Statistik Lengkap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thxs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi penulis  merasa lebih menguntungkan kalau menggunakan &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://kumpulblogger.com/signup.php?refid=16963"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://kumpulblogger.com/signup.php?refid=16963"&gt;KUMPULBLOGGER.COM&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk mendaftar bisa klik &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://kumpulblogger.com/signup.php?refid=16963"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6384686089314667079-3505851761262711968?l=geologikita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologikita.blogspot.com/feeds/3505851761262711968/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6384686089314667079&amp;postID=3505851761262711968' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/3505851761262711968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/3505851761262711968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologikita.blogspot.com/2009/11/blog-kamu-punya-traffic-tinggi-ya-atau.html' title='Penghasilan Dengan Blog'/><author><name>koko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04847763235796465863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/STexex2qDQI/AAAAAAAAAAM/hohD5_-fz2E/S220/koko150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6384686089314667079.post-4187256003917155224</id><published>2009-11-13T10:31:00.000-08:00</published><updated>2009-11-13T10:34:10.566-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info lain'/><title type='text'>Tutorial Membuat Blog</title><content type='html'>Cara mudah dan gampang membuat Blog,&lt;br /&gt;Berikut tutorial sederhana dalam membuat blog di blogspot :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Miliki Persyaratan : - harus mempunyai E-mail (bebas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Masuk ke &lt;a href="http://blogspot.com/"&gt;www.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. Ganti bahasa/language (pojok kanan atas) dengan bahasa Indonesia &lt;span class="fullpost"&gt;saja(biar mudah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Klik "ciptakan blog anda"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SQW0i1OJZoI/AAAAAAAAAKs/0Y2RHI4iuLg/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SQW0i1OJZoI/AAAAAAAAAKs/0Y2RHI4iuLg/s320/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261810250147260034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ciptakan Account google. Isikan data kamu dan ketik verivikasi kata dan centang persetujuan. kemudian klik lanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SQW2XGQBEoI/AAAAAAAAAK0/qz49hMGl3kk/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 234px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SQW2XGQBEoI/AAAAAAAAAK0/qz49hMGl3kk/s320/2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261812247583330946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kemudian beri nama blog kamu dan URL untuk blog kamu. dan klik LANJUTKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pilih template/layout untuk blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SQW4sUUKXEI/AAAAAAAAAK8/JPxhVGCmRKw/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 209px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SQW4sUUKXEI/AAAAAAAAAK8/JPxhVGCmRKw/s320/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261814811159321666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Jadi deh Blognya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SQW5q55n3dI/AAAAAAAAALE/v56H0H3jgRI/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 94px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SQW5q55n3dI/AAAAAAAAALE/v56H0H3jgRI/s320/4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261815886400445906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kamu bisa tambah entri, buat profil pribadi, atau ubah tampilan blog sesuai dengan yang kamu mau..&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6384686089314667079-4187256003917155224?l=geologikita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologikita.blogspot.com/feeds/4187256003917155224/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6384686089314667079&amp;postID=4187256003917155224' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/4187256003917155224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/4187256003917155224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologikita.blogspot.com/2009/11/tutorial-membuat-blog.html' title='Tutorial Membuat Blog'/><author><name>koko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04847763235796465863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/STexex2qDQI/AAAAAAAAAAM/hohD5_-fz2E/S220/koko150.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SQW0i1OJZoI/AAAAAAAAAKs/0Y2RHI4iuLg/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6384686089314667079.post-8333996961149838293</id><published>2009-11-13T10:30:00.000-08:00</published><updated>2009-11-13T10:38:31.559-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info lain'/><title type='text'>Tentang KumpulBlogger.com</title><content type='html'>&lt;h1 class="title"&gt;&lt;a href="http://kumpulblogger.com/signup.php?refid=16963"&gt;KumpulBlogger.com&lt;/a&gt;&lt;/h1&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p&gt;            &lt;/p&gt;&lt;h3 class="title"&gt;Sekilas tentang &lt;a href="http://kumpulblogger.com/signup.php?refid=16963"&gt;KumpulBlogger.com&lt;/a&gt;?&lt;/h3&gt;    &lt;p&gt; Adalah Jaringan Blogger Indonesia untuk mendapatkan alternatif penghasilan tambahan, dengan cara menyediakan spot/ruangan pada blognya sebagai tempat menyampaikan &lt;span class="fullpost"&gt; pesan komersial dari Advertiser&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;       &lt;h3 class="title"&gt;Untuk Siapa &lt;a href="http://kumpulblogger.com/signup.php?refid=16963"&gt;KumpulBlogger.com&lt;/a&gt;?&lt;/h3&gt;     &lt;p&gt;Target Market &lt;a href="http://kumpulblogger.com/signup.php?refid=16963"&gt;KumpulBlogger.com&lt;/a&gt; adalah Blogger Indonesia dan Advertiser Lokal,     dimana Blogger menyediakan Media dan Advertiser Memasok Pesan Komersial didalam Blog-blog yang terhubung pada jaringan     KumpulBlogger.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;     &lt;h3 class="title"&gt;Cara Kerja &lt;a href="http://kumpulblogger.com/signup.php?refid=16963"&gt;KumpulBlogger.com&lt;/a&gt;?&lt;/h3&gt;    &lt;p&gt; Blogger mendaftarkan blognya, copy dan paste code yang diberikan, Pasang Code tersebut pada Blog masing-masing Blogger. Advertiser mendaftarkan keanggotaan pada &lt;a href="http://kumpulblogger.com/signup.php?refid=16963"&gt;KumpulBlogger.com&lt;/a&gt;, melakukan kegiatan publishing, materi artikel/iklan/promotional yang disubmit oleh advertiser akan disebarkan kepada seluruh Blog yang terjaring dalam &lt;a href="http://kumpulblogger.com/signup.php?refid=16963"&gt;KumpulBlogger.com&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6384686089314667079-8333996961149838293?l=geologikita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologikita.blogspot.com/feeds/8333996961149838293/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6384686089314667079&amp;postID=8333996961149838293' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/8333996961149838293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/8333996961149838293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologikita.blogspot.com/2009/11/tentang-kumpulbloggercom.html' title='Tentang KumpulBlogger.com'/><author><name>koko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04847763235796465863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/STexex2qDQI/AAAAAAAAAAM/hohD5_-fz2E/S220/koko150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6384686089314667079.post-8146008336209896784</id><published>2009-11-06T11:00:00.000-08:00</published><updated>2009-11-13T08:51:09.485-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prinsip geologi'/><title type='text'>Prinsip Dasar Geologi Dalam Penentuan Waktu Nisbi</title><content type='html'>Perkembangan dari peristiwa dan proses yang terjadi di bumi merupakan suatu sejarah. Sebagaimana ilmu sejarah yang lain, diperlukan suatu skala waktu yang dapat dipakai  sebagai acuan waktu dari setiap peristiwa yang terjadi. Oleh karena sejarahnya yang panjang, maka waktu yang terlibat dalam proses atau gejala geologi di bumi disebut &lt;span class="fullpost"&gt; sebagai waktu geologi. Panjangnya setiap waktu geologi tidak diukur dalam hari, tahun atau abad, tetapi satuan waktu tersebut dinyatakan dalam jutaan tahun. Ilmu yang membahas tentang penetapan umur geologi dan urutan jaman geologi disebut sebagai Geokronologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penetapan waktu geologi secara prinsip ada dua macam, yaitu penetapan waktu secara nisbi dan penetapan waktu secara absolut (dengan radioaktif). Waktu secara nisbi suatu gejala atau proses terjadi lebih tua atau lebih muda dari gejala dan proses geologi yang lain. Untuk penetapan waktu secara nisbi ini digunakan beberapa hukum stratigrafi, yaitu hukum atau prinsip Unformitarianisme, Initial horizontality, Cross-cutting relationship, Faunal Succession, dan Inklusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip Unformitarianisme :&lt;br /&gt;Keadaan dan proses-proses geologi yang terjadi di bumi pada waktu sekarang ini juga terjadi hampir sama pada masa lampau tetapi pada tempat yang berbeda. Prinsip ini dicetuskan oleh seorang geolog dari Skotlandia, James Hutton, yaitu "the present is the key to the past." menurutnya, keadaan bumi pada masa lalu dapat dijelaskan dengan apa yang terlihat dan terjadi pada saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip Initial horizontality :&lt;br /&gt;Pada awal proses kejadiannya, perlapisan batuan pada umumnya akan menempati posisi horisontal di dasar cekungan sejajar dengan permukaan bumi, sehingga kalau dijumpai perlapisan sudah dalam posisi miring, maka perlapisan tersebut sudah mengalami proses tektonik (gerakan kulit bumi) yang memiringkan perlapisan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip Cross-cutting relationship :&lt;br /&gt;Apabila suatu urutan perlapisan terpotong oleh sesar / &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/SvR1VZ3_MSI/AAAAAAAAAC0/LPJwc9KoWEo/s1600-h/cross.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 232px; height: 140px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/SvR1VZ3_MSI/AAAAAAAAAC0/LPJwc9KoWEo/s320/cross.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401070863707484450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;patahan, maka sesar tersebut berumur lebih muda dari perlapisan termuda yang mengalami penyesaran dan lebih tua dari lapisan tertua yang tidak mengalami penyesaran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip Faunal Succession :&lt;br /&gt;Karena terjadinya evolusi, berbagai fosil yang terawetkan di dalam sekuen betuan, kenampakan fisiknya berubah secara gradual dan teratur sejalan dengan waktu. Kelompok-kelompok fosil dan betuan yang mengandung fosil tersebut dapat digunakan untuk mengkorelasikan secara geografik antara suatu daerah dengan daerah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip Inklusi :&lt;br /&gt;Apabila suatu fragmen batuan masuk kedalam tubuh batuan lain sebagai inklusi, maka batuan yang menjadi inklusi tersebut lebih tua dari batuan yang diinklusinya. Sebagai contoh yaitu ketika xenolit ditemukan di dalam batuan beku, maka xenolit tersebut berumur lebih tua daripada batuan yang di masukinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar pemanfaatan hukum-hukum tersebut maka sebagai hasilnya dapat diketahui urutan kejadian dari bebatuan yang ada di suatu tempat, sehingga urutan posisinya dapat digambarkan dengan baik. Gambar dari urutan posisi batuan di lapangan disebut sebagai kolom stratigrafi dari suatu tempat. Disamping itu secara nisbi dapat pula diketahui kapan terjadinya proses lain yang ada di tempat tersebut misalnya kalau di suatu tempat ada batuan yang mengalami penyesaran (pematahan), perlipatan, intrusi (penerobosan), pengangkatan dan erosi, maka secara nisbi proses tersebut dapat ditentukan kapan terjadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip pengurutan secara nisbi inilah yang mengawali proses geokronologi dari batuan-batuan di bumi. Kolom-kolom semula dibuat secara lokal disuatu tempat kemudian dicari hubungan kesamaannya (dikorelasikan) dengan kolom di tempat lain. Proses korelasi lokal ini kemudian diperluas menjadi korelasi regional dan akhirnya korelasi secara global. Dalam urutan tersebut terdapat bagian-bagian yang khas berasal dari satu tempat. Oleh karenanya nama urutan tersebut diberikan sesuai dengan nama tempat terdapatnya urutan yang khas tersebut. Sebagai contoh salah satu urutan batuan tua dijumpai di Wales (Inggeris), tempat dimana dulu tinggal suku Cambria. Oleh karena itu urutan batuan yang khas seperti itu, baik yang berada di Cambria maupun yang juga dijumpai di tempat lain selanjutnya disebut sebagai perlapisan Cambrian. Ditempat lain juga di Inggeris dijumpai batuan khas yang tersingkap (muncul dan dapat diamati) di tempat yang dulu ditempati suku Ordovicic. Urutan khas itu disebut sebagai perlapisan Ordovician. Selanjutnya di tempat yang dulu ditempati oleh suku Silur, terdapat urutan batuan yang khas, yang kemudian disebut sebagai perlapisan Silurian. Setelah ke tiga tempat tersebut dikorelasikan terutama dengan mengggunakan hukum Superposisi, diketahui bahwa Cambrian terletak di bawah Ordovician dan Silurian terletak di atas Ordovician. Dengan demikian di sekitar Wales dijumpai urutan perlapisan Cambrian, Ordovician dan kemudian Silurian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6384686089314667079-8146008336209896784?l=geologikita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologikita.blogspot.com/feeds/8146008336209896784/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6384686089314667079&amp;postID=8146008336209896784' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/8146008336209896784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/8146008336209896784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologikita.blogspot.com/2009/11/prinsip-dasar-geologi-dalam-penentuan.html' title='Prinsip Dasar Geologi Dalam Penentuan Waktu Nisbi'/><author><name>koko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04847763235796465863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/STexex2qDQI/AAAAAAAAAAM/hohD5_-fz2E/S220/koko150.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/SvR1VZ3_MSI/AAAAAAAAAC0/LPJwc9KoWEo/s72-c/cross.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6384686089314667079.post-7179333259302178235</id><published>2009-11-06T10:35:00.000-08:00</published><updated>2009-11-06T10:41:37.186-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='stratigrafi'/><title type='text'>Olistostrom</title><content type='html'>Olistostrom adalah kelompok batuan yang terbentuk karena adanya pengendapan material-material sedimen pada cekungan-cekungan yang terbentuk oleh  sesar-sesar naik akibat deformasi batuan (pada zona melange). Kelompok batuan pada olistotrom ini dapat merupakan &lt;span class="fullpost"&gt;fragmen batuan-batuan (olistolith atau exotic block) yang mengambang dalam massa dasar lempung. Batuan olistostrom dapat disebut juga sebagai sedimentary melange, dikarenakan proses terbentuknya tadi yang berada di cekungan-cekungan hasil proses deformasi pada melange. Oleh karena itu dalam rekaman stratigrafi kelompok batuan yang melange akan berada di bawah dari kelompok batuan olistotrom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olistostrom merupakan unit stratigrafi yang umumnya dapat dibedakan antara formasi di atasnya dengan di bawahnya oleh adanya kontak deposisional. Akan tetapi dengan adanya ophiolite, chert, batuan metamorf dan sedimen yang didominsasi oleh matrik pelitik yang tertembus dan terpotong memungkinkan disebut sebagai melange atau olistostrom yang tergerus. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6384686089314667079-7179333259302178235?l=geologikita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologikita.blogspot.com/feeds/7179333259302178235/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6384686089314667079&amp;postID=7179333259302178235' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/7179333259302178235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/7179333259302178235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologikita.blogspot.com/2009/11/olistrostrom.html' title='Olistostrom'/><author><name>koko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04847763235796465863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/STexex2qDQI/AAAAAAAAAAM/hohD5_-fz2E/S220/koko150.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6384686089314667079.post-8583857236622136137</id><published>2009-11-06T10:25:00.000-08:00</published><updated>2009-11-06T10:45:01.844-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='stratigrafi'/><title type='text'>Melange</title><content type='html'>Melange merupakan kelompok campuran batuan&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/SvRrwytzoxI/AAAAAAAAACk/sBNbU9bgwYQ/s1600-h/melange.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 221px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/SvRrwytzoxI/AAAAAAAAACk/sBNbU9bgwYQ/s320/melange.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401060339115860754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Pra Tersier dari berbagai jenis dan umur batuan yang berbeda – beda (berkisar antara 120 – 65 jt th), yang telah mengalami proses deformasi (ubahan) baik pada struktur maupun komposisinya. Kelompok batuan yang disebut tektonik mélange terdiri atas percampuran dari berbagai satuan batuan dengan hubungan struktur dan stratigrafi yang tidak koheren, terdiri dari fragmen atau blok batuan ofiolitik, batuan metamorfik derajat rendah dan &lt;span class="fullpost"&gt; metasedimen yang tercampur dalam massa dasar lempung yang tergerus (pervasively sheared). Kenampakan rekahan gerus dengan permukaan berupa cermin sesar (slickenside), blok batuan exotic dan native berukuran dari ratusan meter hingga dapat dipetakan, mengambang dalam massa dasar yang lebih halus, yakni terdiri dari lempung abu – abu gelap hitam yang mempunyai sifat tergerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batuan penyusun mélange umumnya terdeformasi secara intensif dari berbagai kejadian, fasies dan umur yang tersingkap berulang dan berubah secara tiba – tiba pada jarak yang relatif dekat. Adanya gejala tumbukan lempeng litosfer menyebabkan terbentuknya kelompok tatanan geologi yang kompleks dan menghasilkan percampuran kelompok batuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6384686089314667079-8583857236622136137?l=geologikita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologikita.blogspot.com/feeds/8583857236622136137/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6384686089314667079&amp;postID=8583857236622136137' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/8583857236622136137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/8583857236622136137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologikita.blogspot.com/2009/11/melange.html' title='Melange'/><author><name>koko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04847763235796465863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/STexex2qDQI/AAAAAAAAAAM/hohD5_-fz2E/S220/koko150.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/SvRrwytzoxI/AAAAAAAAACk/sBNbU9bgwYQ/s72-c/melange.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6384686089314667079.post-7935484254949012987</id><published>2008-12-26T06:35:00.000-08:00</published><updated>2008-12-26T06:44:32.404-08:00</updated><title type='text'>MANGROVE COAST</title><content type='html'>Mangrove coast merupakan hutan berkarakteristik biotope yang ditumbuhi oleh tumbuhan bakau dan berada di muara sungai tropis dan di zona pasang surut yang masih dipengaruhi oleh air laut. &lt;span class="fullpost"&gt; Bakau itu sendiri adalah semak belukar atau pohon berhutan yang berkembang dalam tempat kediaman pantai atau mangal ( Hogarth, 1999). Tunbuhan bakau ditemukan di lingkungan pantai di mana memiliki sedimentasi yang bagus, sering berisi organik yang tinggi yang berkumpul di area yang terlindung dari gelombang energi tinggi. Tumbuhan mangrove bersifat unik karena merupakan gabungan dari ciri-ciri tumbuhan yang hidup di daratan dan di laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/SVTtqKa_bLI/AAAAAAAAAAo/5p-KKb8ujK4/s1600-h/new-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 242px; height: 157px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/SVTtqKa_bLI/AAAAAAAAAAo/5p-KKb8ujK4/s320/new-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284109571420286130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Umumnya mangrove mempunyai sistem perakaran yang menonjol yang disebut akar nafas (pneumatofor). Sistem perakaran ini merupakan suatu cara adaptasi terhadap keadaan tanah yang miskin oksigen atau bahkan anaerob.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mangrove merupakan suatu sumber daya lokal yang penting sebagai pendukung panenan kehidupan rimba dan kayu dan menyediakan jasa bagi lingkungan. Hutan bakau juga merupakan habitat bagi beberapa satwa liar yang diantaranya terancam punah, seperti harimau sumatera (Panthera tigris sumatranensis), bekantan (Nasalis larvatus), wilwo (Mycteria cinerea), bubut hitam (Centropus nigrorufus), dan bangau tongtong (Leptoptilus javanicus, dan tempat persinggahan bagi burung-burung migran. Bakau adalah kawasan yang dapat menjadi ekosistem  untuk udang dan perikanan penting dan juga mengurangi banjir pantai dan badai serta menyaring bantuan sedimen menjauh dari terusan. Jika diatur dan dikembangkan, bakau dapat menyediakan kayu-kayu untuk konstruksi bangunan, arang untuk energi, makanan untuk hewan ternak, ikan untuk dikonsumsi, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6384686089314667079-7935484254949012987?l=geologikita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologikita.blogspot.com/feeds/7935484254949012987/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6384686089314667079&amp;postID=7935484254949012987' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/7935484254949012987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/7935484254949012987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologikita.blogspot.com/2008/12/mangrove-coast.html' title='MANGROVE COAST'/><author><name>koko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04847763235796465863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/STexex2qDQI/AAAAAAAAAAM/hohD5_-fz2E/S220/koko150.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/SVTtqKa_bLI/AAAAAAAAAAo/5p-KKb8ujK4/s72-c/new-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6384686089314667079.post-207421538791164704</id><published>2008-12-11T22:47:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T22:50:13.794-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='geomorfologi'/><title type='text'>Bentang Alam Laut dan Pantai</title><content type='html'>Pantai merupakan jalur atau bidang yang memanjang , tinggi dan lebarnya dipengaruhi oleh pasang surut dari air laut, yang terletak di antara daratan dan lautan ( Thornbury,1969). &lt;span class="fullpost"&gt;Morfologi pantai dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu : tipe batuan, struktur geologi, diatropisme, perubahan naik turun muka air laut, erosi daratan dan air. Daerah pantai yang masih mendapat pengaruh air laut, dibedakan menjadi :&lt;br /&gt;a. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Daerah Pantai&lt;/span&gt; :daerah yang langsung mendapat pengaruh air laut.&lt;br /&gt;b. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Garis Pantai &lt;/span&gt;: jalur pemisah yang relatif berbentuk baris dan merupakan batas daerah yang bisa dicapai air laut dengan yang tidak bisa dicapai air laut.&lt;br /&gt;c. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pantai &lt;/span&gt;: daerah yang berdekatan dengan laut dan masih mendapat pengaruh dari air laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Konfigurasi garis pantai, pantai dibedakan menjadi dua, yaitu :&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pantai lurus &lt;/span&gt;: pantai dengan konfigurasi garis pantai yang relatif lurus.&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pantai berliku &lt;/span&gt;: pantai dengan konfigurasi garis pantai yang relatif berliku atau berkelok-kelok. Ini disebabkan oleh tenggelamnya pantai atau pantai seolah-olah mundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6384686089314667079-207421538791164704?l=geologikita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologikita.blogspot.com/feeds/207421538791164704/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6384686089314667079&amp;postID=207421538791164704' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/207421538791164704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/207421538791164704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologikita.blogspot.com/2008/12/bentang-alam-laut-dan-pantai.html' title='Bentang Alam Laut dan Pantai'/><author><name>koko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04847763235796465863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/STexex2qDQI/AAAAAAAAAAM/hohD5_-fz2E/S220/koko150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6384686089314667079.post-4008653015144648662</id><published>2008-12-11T22:42:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T22:47:47.455-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='geomorfologi'/><title type='text'>Bentang Alam Vulkanik</title><content type='html'>Bentang alam vulkanik adalah bentang alam yang pembentukannya dikontrol oleh proses keluarnya magma dari dalam bumi (vulkanisme). Vulkanisme ada tiga macam yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Vulkanisme letusan&lt;/span&gt; : dikontrol oleh magma yang bersifat asam, banyak gas, sifat magma kental, ledakan kuat, dan biasanya menghasilkan material piroklastik dan membentuk gunung api yang terjal&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Vulkanisme lelehan &lt;/span&gt;: dikontrol oleh lava basa, sedikit kandungan gas, magma encer, ledakan lemah dan vulkanisme ini biasanya menghasilkan gunung api rendah dan berbentuk perisai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Vulkanisme campuran&lt;/span&gt; : dikontrol oleh magma menengah dan biasanya menghasilkan gunung api strato.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berdasarkan sifat erupsinya&lt;/span&gt;, gunung api dibedakan menjadi :&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tipe Krakatau&lt;/span&gt; : tipe erupsinya berupa lelehan tetapi bentuk morfologinya berupa kerucut vulkan, magma bersifat campuran, dan erupsi seringkali diselingi oleh letusan dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tipe Pelee&lt;/span&gt; : tipe erupsinya berupa letusan, letusan disertai awan panas, magma bersifat asam, dan tipe morfologinya berbentuk kerucut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tipe Hawai/perisai&lt;/span&gt; :tipe erupsinya berupa lelehan, sedikit gas dan material piroklastik, magma bersifat basa , morfologinya berupa kubah dengan sudut puncak landai,dan sering dijumpai kaldera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Atas dasar klasifikasi kenampakan visual morfologinya&lt;/span&gt;, bentang alam vulkanik dibedakan menjadi:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. DEPRESI VULKANIK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Depresi vulkanik adalah morfologi yang secara umum berupa cekungan. Depresi vulkanik dibagi menjadi:&lt;br /&gt;a. Danau Vulkanik : Depresi vulkanik yang terisi oleh air sehingga membentuk danau.&lt;br /&gt;b. Kawah  : Depresi vulkanik yang terbentuk oleh letusan dengan diameter maksimum 1,5 km dan hanya terisi oleh material hasil letusan.&lt;br /&gt;c. Kaldera : Depresi vulkanikyang terbentuk belum tentu oleh letusan, tetapi didahului oleh amblesan pada komplek vulkan. Kaldera ini sering muncul pada gunung api baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. KUBAH VULKANIK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kubah vulkanik merupakan morfologi gunung api yang mempunyai bentuk cembung ke atas. Kubah ini dibedakan menjadi :&lt;br /&gt;a. Kerucut Semburan : terbentuk oleh erupsi lava yang bersifat encer basaltis.&lt;br /&gt;b. Kerucut Parasit : terbentuk sebagai hasil erupsi gunung api yang berada pada lereng gunung api yang lebih besar.&lt;br /&gt;c. Kerucut Sinder : terbentuk oleh letusan kecil yang terjadi padakaki gunung api berupa kerucut rendah dengan bagian puncak tampak cekung datar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. VULKAN SEMU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Vulkan semu adalah morfologi yang mirip dengan kerucut gunung api, dan bahkan pembentukannya berasal dari vulkan yang berdekatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. DATARAN VULKANIK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dataran Vulkanik dicirikan oleh puncak topografi yang datar dengan variasi beda tinggi tidak mencolok. Macamnya yaitu :&lt;br /&gt;a. dataran rendah basal&lt;br /&gt;b. plato basal&lt;br /&gt;c. dataran kaki vulkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6384686089314667079-4008653015144648662?l=geologikita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologikita.blogspot.com/feeds/4008653015144648662/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6384686089314667079&amp;postID=4008653015144648662' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/4008653015144648662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/4008653015144648662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologikita.blogspot.com/2008/12/bentang-alam-vulkanik.html' title='Bentang Alam Vulkanik'/><author><name>koko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04847763235796465863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/STexex2qDQI/AAAAAAAAAAM/hohD5_-fz2E/S220/koko150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6384686089314667079.post-2862450789353605422</id><published>2008-12-11T22:38:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T22:42:03.542-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='geomorfologi'/><title type='text'>Bentang Alam Fluvial</title><content type='html'>Bentang alam adalah bentang alam hasil dari proses kimia maupun fisika yang menyebabkan perubahan bentuk muka bumi karena pengaruh air permukaan. Proses aluvial dibedakan menjadi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Proses Erosi &lt;/span&gt;: Proses terkikisnya batuan karena air. Pengkikisan ini dapat berupa  abrasi, skouring, pendongkelan, dan korosi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Proses Transportasi&lt;/span&gt; : Proses terangkutnya material-material hasil erosi. Proses ini dapat berupa menggelinding ,meloncat, traksi dan mengambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Proses Pengendapan&lt;/span&gt; : Proses yang terjadi apabila tenaga angkut dari sungai berkurang sehingga beban tidak dapat diangkut lagi. Dalam proses ini, material-material yang lebih berat akan terendapkan di bawah material yang lebih ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SUNGAI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sungai yang mengalir termasuk air permukaan. Berdasarkan stadia erosinya, sungai dibedakan menjadi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Sungai Muda&lt;/span&gt; : sungai dengan ciri-ciri :&lt;br /&gt;- Penampang melintang sungai berbentuk huruf V&lt;br /&gt;- Banyak dijumpai air terjun&lt;br /&gt;- Tidak terjadi pengendapan&lt;br /&gt;- Erosi vertikal efektif&lt;br /&gt;- Relatif lurus dan mengalir di atas batuan induk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sungai Dewasa&lt;/span&gt; : sungai dengan ciri-ciri :&lt;br /&gt;- Penampang melintang sungai berbentuk huruf U&lt;br /&gt;- Erosi relatif kecil&lt;br /&gt;- Bermunculan cabang-cabang sungai&lt;br /&gt;- Erosi lateral efektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sungai Tua &lt;/span&gt;: sungai dengan ciri-ciri :&lt;br /&gt;- Penampang melintang sungai berbentukcawan&lt;br /&gt;- Erosi lateral sangat efektif&lt;br /&gt;- Anak sungai lebih banyak&lt;br /&gt;- Bermeander&lt;br /&gt;- Kemiringan datar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6384686089314667079-2862450789353605422?l=geologikita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologikita.blogspot.com/feeds/2862450789353605422/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6384686089314667079&amp;postID=2862450789353605422' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/2862450789353605422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/2862450789353605422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologikita.blogspot.com/2008/12/bentang-alam-fluvial.html' title='Bentang Alam Fluvial'/><author><name>koko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04847763235796465863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/STexex2qDQI/AAAAAAAAAAM/hohD5_-fz2E/S220/koko150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6384686089314667079.post-3657030991518054490</id><published>2008-12-11T22:34:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T22:38:16.226-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='paleontologi'/><title type='text'>Jenis - Jenis Fosil</title><content type='html'>Jenis fosil yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a. Fosil yang berupa fragmen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Fosil merupakan fragmen, dimana fragmen ini bisa mengalami perubahan dan ada yang tidak bisa mengalami perubahan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;b. Fosil tidak terubah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Pada fosil ini, organisme yang terawetkan komposisi semula tidak mengalami perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;c. Fosil terubah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Pada fosil ini, komposisi fosilnya telah mengalami perubahan. Perubahan itu dapat berupa :&lt;br /&gt;• Permineralisasi : bagian-bagian organisme yang porous terisi oleh mineral-mineral sekunder&lt;br /&gt;• Replacement : mineral sekunder mengganti semua material fosil yang asli&lt;br /&gt;• Rekristalisasi : butiran halus pada mineral asli menyusun kembali ke dalam kristal yang lebih besar dari material sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;d. Fosil jejak atau bekas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dibedakan menjadi :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;• Track, trail dan burrow&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Track adalah jejak berupa tapak, trail ialah jejak berupa seretan, sedangkan burrow berupa jejak galian dari organisme penggali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;• Mold, Cast, dan Imprint&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mold ialah cetakan yang terbentuk oleh fosil dimana fosil tersebut terlarutkan seluruhnya, cast ialah mold yang terisi oleh mineral sekunder membentuk jiplakan secara kasar mirip dengan fosil asli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;• Cuprolite&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cuprolit ialah fosil yang berupa kotoran dari hewan. Dari kotoran ini, dapat diketahui makanan, tempat hidup, dan ukuran relatifnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;• Fosil kimia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fosil kimia ialah fosil yang berupa keadaan kiimia pada masa lampau seperti jejak asam organik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;e. Fosil indeks&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fosil indek adalah fosil yang digunakan sebagai penunjuk waktu geologi. Fosil ini meliputi 2 keadaan, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;• Fosil yang mempunyai kisaran yang panjang&lt;/span&gt; : fosil terdapat pada beberapa batuan yang berasal dari beberapa jaman geologi yang berurutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;• Fosil dengan kisaran yang pendek&lt;/span&gt; : fosil yang  hanya terdapat pada batuan yang berasal dari satu jaman geologi tertentu saja,  atau bahkan hanya berasal dari sebagian jaman tertentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6384686089314667079-3657030991518054490?l=geologikita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologikita.blogspot.com/feeds/3657030991518054490/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6384686089314667079&amp;postID=3657030991518054490' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/3657030991518054490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/3657030991518054490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologikita.blogspot.com/2008/12/jenis-jenis-fosil.html' title='Jenis - Jenis Fosil'/><author><name>koko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04847763235796465863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/STexex2qDQI/AAAAAAAAAAM/hohD5_-fz2E/S220/koko150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6384686089314667079.post-5231531399490370616</id><published>2008-12-11T22:32:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T22:34:32.678-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='paleontologi'/><title type='text'>Kegunaan fosil</title><content type='html'>Kegunaan fosil dalam kaitannya dengan ilmu geologi yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Mementukan umur relatif  batuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fosil dapat digunakan untuk menentukan umur relatif suatu batuan yang terdapat/terkandung dalam fosil. &lt;span class="fullpost"&gt; Batuan yang berasal dari suatu jaman tertentu mengandung kumpulan fosil yang tertentu, yang lain dari fosil yang terkandung dalam batuan yang berasal dari jaman geologi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Menentukan korelasi batuan antara tempat yang satu dengan tempat lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan diketahui fisil yang diketemukan, maka dapat disimpulkan bahwa beberapa daerah yang disitu ditemukan fosil yang sama, maka lapisan batuan pada daerah tersebut terbentuk pada masa yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Mengetahui evolusi makhluk hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Para ahli paleontologi, setelah meneliti isi fosil dari lapisan batuan batuan yang berbeda-beda umurnya berkesimpulan bahwa batuan yang lebih tua mengandung fosil yang lebih sedikit, bentuknya lebih primitip. Semakin muda umur batuannya, isi fosilnya semakin banyak dan strukturnya semakin canggih. Dari sini kemudian para ahli tersebut berkesimpulan bahwa organisme yang pernah ada di bumi kita ini mengalami perkembangan, mulai dari sederhana menunju ke bentuk yang lebih kompleks dalam waktu yang sangat lama. Hal ini yang kemudian dikembangkan oleh ahli biologi sebagai teori evolusi organisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Menentukan keadaan lingkungan dan ekologi yang ada ketika batuan yang mengandung fosil terbentuk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6384686089314667079-5231531399490370616?l=geologikita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologikita.blogspot.com/feeds/5231531399490370616/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6384686089314667079&amp;postID=5231531399490370616' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/5231531399490370616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/5231531399490370616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologikita.blogspot.com/2008/12/kegunaan-fosil.html' title='Kegunaan fosil'/><author><name>koko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04847763235796465863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/STexex2qDQI/AAAAAAAAAAM/hohD5_-fz2E/S220/koko150.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6384686089314667079.post-3825847229090848220</id><published>2008-12-11T22:27:00.000-08:00</published><updated>2009-11-04T11:08:17.748-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='paleontologi'/><title type='text'>Fosil</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Definisi  :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fosil adalah sisa-sisa atau jejak organisme yang pernah hidup pada masa geologis lalu, yang tersimpan dan terawetkan secara alami di dalam batuan endapan, umumnya berwujud padat dan keras, serta telah berumur 11.000 tahun atau lebih. Sehingga manusia yang terawetkan tidak dapat disebut sebagai fosil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Fosil ini dipelajari dalam ilmu paleontologi. Paleontologi &lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/SvHQPgA9J-I/AAAAAAAAABU/37amQm01P5E/s1600-h/fosil.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 246px; height: 184px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/SvHQPgA9J-I/AAAAAAAAABU/37amQm01P5E/s320/fosil.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400326392904493026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;adalah studi menyangkut perkembangan sejarah kehidupan di atas bumi, tentang binatang dan tumbuhan masa lampau berdasar pada catatan fosil, bukti tentang keberadaan mereka yang terawetkan di dalam batuan. Hal ini meliputi studi tentang tubuh fosil, track, burrows, cast, coprolites (kotoran fosil), dan sisa-sisa kimia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Syarat-Syarat Organisme Menjadi Fosil :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak semua organisme yang terawetkan atau membatu disebut sebagai fosil. Organisme disebut dengan fosil harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat itu antara lain :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Pernah hidup pada masa lampau geologi,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Berumur 11.000 tahun atau lebih,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Terawetkan secara alamiah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6384686089314667079-3825847229090848220?l=geologikita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologikita.blogspot.com/feeds/3825847229090848220/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6384686089314667079&amp;postID=3825847229090848220' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/3825847229090848220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/3825847229090848220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologikita.blogspot.com/2008/12/fosil.html' title='Fosil'/><author><name>koko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04847763235796465863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/STexex2qDQI/AAAAAAAAAAM/hohD5_-fz2E/S220/koko150.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/SvHQPgA9J-I/AAAAAAAAABU/37amQm01P5E/s72-c/fosil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6384686089314667079.post-7018280483708674071</id><published>2008-12-11T22:23:00.001-08:00</published><updated>2009-11-04T11:12:03.449-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='geomorfologi'/><title type='text'>Barchan dune</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/SvHR4r6sffI/AAAAAAAAABk/vkDqJ9faYlg/s1600-h/barchan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 210px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/SvHR4r6sffI/AAAAAAAAABk/vkDqJ9faYlg/s320/barchan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400328199985724914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Barchan dune adalah bentukan dari timbunan pasir yang terjadi karena pengendapan material-material yang terbawa oleh angin yang terbentuk pada daerah &lt;span class="fullpost"&gt;dataran yang terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Barchan dune diperkenalkan oleh Ralph Bagnold, seorang insinyur Britania yang bekerja di Mesir sebelum Perang Dunia II. Dia mendefinisikan dune sebagai “timbunan pasir &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;yang tidak tetap yang mana memiliki keadaan bebas dari salah satu bentuk tanah atau halangan angin tertentu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk barchan dune yaitu berbentuk koma, mempunyai puncak dan sayap, berlereng landai pada bagian luar (bagian depan dengan kemiringan berlawanan arah angin) dan berlereng curam pada bagian dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barchan dune mendominasi bentuk pasir, terbentuk disebabkan karena kondisi keseragaman lingkungan yang tinggi. Bentukan barchan dune ini biasanya terbentuk pada daerah dengan persediaan air terbatas, tidak dibatasi oleh topografi atau tumbuhan-tumbuhan, dan berada diatas batuan dasar yang padat dan cenderung datar dengan aliran angin hanya berasal dari satu arah saja. Perubahan arah angin dan kecepatannya dapat merubah bentuk barchan menjadi bentuk timbunan pasir yang lain seperti seif atau longitudinal dune .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Http://www.nps.gov/grsa/resources/barchan.htm&lt;br /&gt;- Kathie Watson ; http://pubs.usgs.gov/gip/deserts/eolian/&lt;br /&gt;- Thornbury, W. D., 1969, Principles of Geomorphology, John Wiley and Sons, Newyork.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6384686089314667079-7018280483708674071?l=geologikita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologikita.blogspot.com/feeds/7018280483708674071/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6384686089314667079&amp;postID=7018280483708674071' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/7018280483708674071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/7018280483708674071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologikita.blogspot.com/2008/12/barchan-dune.html' title='Barchan dune'/><author><name>koko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04847763235796465863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/STexex2qDQI/AAAAAAAAAAM/hohD5_-fz2E/S220/koko150.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/SvHR4r6sffI/AAAAAAAAABk/vkDqJ9faYlg/s72-c/barchan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6384686089314667079.post-3332390492739006638</id><published>2008-12-11T22:22:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T22:23:08.216-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tektonika'/><title type='text'>Batas Lempeng Konvergen</title><content type='html'>Lempeng-lempeng litosfer bergerak di atas lapisan astenosfir (kedalaman 500 km di dalam selubung dan bersifat kampir melebur atau hampir berbentuk cair). Karena hal tersebut, maka terjadi interaksi antar lempeng pada batas-batas lempeng yang dapat berbentuk : batas divergen (batas saling menjauh), konvergen (batas saling mendekat), dan transform (batas saling berpapasan). Pada halaman ini akan dijelaskan mengenai batas yang konvergen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batas konvergen ialah batas lempeng-lempeng yang saling mendekat dan menyebabkan tumbukan dimana...&lt;span class="fullpost"&gt;salah satu dari lempeng akan mengalami penunjaman (menyusup) ke bawah lempeng yang lain masuk ke selubung. Daerah penunjaman lempeng membentuk suatu palung yang dalam, yang biasanya merupakan jalur gempa bumi yang kuat. Dalam pergerakan lempeng ini, lempeng bergerak hanya beberapa sentimeter setiap tahun, sehingga benturan yang terjadi sangatlah lambat dan berlangsung selama berjuta-juta tahun.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SRcuRHOW9vI/AAAAAAAAANE/zhe_gOkP3dQ/s1600-h/konv1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 204px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SRcuRHOW9vI/AAAAAAAAANE/zhe_gOkP3dQ/s400/konv1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266729160765011698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;style="font-size:85%;"&gt;Gambar : Batas Lempeng Konvergen&lt;/style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berdasarkan jenis kerak bumi yang saling mendekat, batas antar lempeng dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a. Batas menunjam (subduction)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Subduksi adalah batas antar lempeng, dimana kerak samodera menunjam di bawah kerak benua ataupun kerak samodera. Jika kerak samodera menunjam di bawah kerak samodera, maka akan menghasilkan suatu sistem busur kepulauan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;island arc system&lt;/span&gt;) atau disebut juga busur magmatik dan juga terbentuk melange serta busur cekungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Busur kepulauan adalah rangkaian aktifitas gunung api yang berkaitan dengan penunjaman lempeng. Melange adalah salah satu karakteristik batas konvergen, yang merupakan campuran pecahan berbagai batuan teranjakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Busur cekungan, palung , dan busur magmatik merupakan bentuk topografi utama pada batas konvergen. Pada umumnya diantarany terdapat punggungan dan cekungan yang disebut busur punggungan depan dan busur cekungan depan. Busur punggungan depan terbentuk oleh penebalan kerak akibat sesar-sesar anjakan pada ujung lempeng yang ditabrak. Busur cekungan depan merupakan dataran rendah yang terletak diantara palung samidera dan busur magmatik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sistem busur kepulauan terdapat aktivitas gempabumi yang sangat padat. Di bawah busur kepulauan, pusat-pusat gempabumi yang dijumpai membentuk suatu bidang yang mempunyai kemiringan sebesar 45o dan bisa mencapai kedalaman sampai dengan 680 km. Bidang itu disebut bidang Wadati-Benioff&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada lempeng yang menunjam dijumpai variasi temperatur  yang dikontrol oleh beberapa hal, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kecepatan subduksi; semakin cepat menunjam, semakin kecil temperatur mantel di sekitarnya yang mampu diserap secara konduksi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketebalan lempeng itu sendiri; semakin tebal semakin membutuhkan waktu lebih banyak untuk mencapai kesetimbangan temperatur dengan astenosfer yang melingkupinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Panas akibet gesekan antara lempeng dengan astenosfer.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Konduksi panas astenosfer terhadap lempeng&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Panas dari peluruhan unsur radioaktif (kandungan mineral radioaktif kerak samudra sangat kecil atau bahkan tidak ada sama sekali).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Panas akibat perubahan fase mineral dikarenakan pertambahan kedalaman&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Kenampakan morfologi yang umum dijumpai di daerah subduksi adalah kehadiran palung (trench) yang mempunyai kedalaman sampai dengan 11000 m (Palung Mariana di pilipina). Secara umum lebar palung berkisar antara 50 – 100 km dan bentuk sayatan sebagai huruf V tak simetri dengan sudut curam sebesar 8 – 20o berada di bagian yang naik (hanging wall) yang sering dijumpai sesar-sesar naik (prisma akresi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas gunungapi di daerah subduksi dapat terjadi jika kerak samodera yang menunjam mencapai kedalaman lebih dari 80 km, dan aktivitas gunungapi ataupun magma dapat terbentuk pada daerah sejauh 150 – 200 km dari sumbu palung. Sebagian besar busur kepulauan dijumpai di sisi barat – utara Samodera Pasifik dan di sisi barat Samodera Atlantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Busur kepulauan yang muda memiliki struktur yang sederhana dengan ketebalan kerak kurang dari 20 km (contoh: busur kepulauan Tonga – Kermadek, New Hebrides, Aleutians dan Kepulauan Antile kecil). Semakin tua umurnya, struktur busur kepulauan tersebut semakin kompleks dan kerak buminya semakin tebal, berkisar antara 20 – 35 km (contoh: Jepang dan Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;b. Batas anjakan (obduction)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Obduksi adalah batas antar lempeng yang saling mendekat dengan kenampakan kerak benua menunjam di bawah kerak samodera. Ada beberapa hipotesis tentang mula terjadi obduksi, yang paling memungkinkan adalah bahwa diawali oleh penunjaman kerak samodera dengan kerak benua di belakangnya, di bawah kerak samodera. Penunjaman bisa terjadi karena perubahan dari batas lempeng divergen menjadi konvergen. Kelanjutan penunjaman membawa kerak benua berbenturan dengan kerak samodera dan pada awalnya, kerak samodera naik ke atas kerak benua, sebelum akhirnya penunjaman di tempat itu berhenti dan berpindah ke tempat lain yang dapat mengakomodasi con vergensi antar lempeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;c. Batas tumbukan (collision)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penunjaman kerak samodera yang membawa kerak benua di belakangnya ke bawah kerak benua, jika hal ini berlanjut, maka akan terjadi tumbukan antar kerak benua. Tumbukan tersebut dapat mengakibatkan terbentuknya suatu relief yang tinggi seperti Himalaya. Pada batas kolisi (suture) sering tersisa  pecahan kerak samodera (ofiolit). Kenampakan hasil tumbukan termuda yang dijumpai di dunia adalah Pegunungan Himalaya, sedangkan yang relatif lebih tua adalah Pegunungan Appalachia, Kaledonid, Alpen dan Ural. Penebalan kerak benua dapat terjadi karena pensesaran naik yang berjenjang dan saling menumpang (imbrikasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbukan pada zona konvergen dipengaruhi oleh tipe material yang terlibat dan pada daerah konvergen terjadi perusakan litosfer yang berlebihan. Tumbukan tersebut berupa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Tumbukan lempeng samudra dengan lempeng samudra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bila dua lempeng saling bertumbukan, maka salah satu akan menyusup di bawah yang lain dan menghasilkan aktivitas vulkanik. Gunung api yang terbentuk cenderung di lantai samudra. Bila tumbuh ke atas permukan laut, maka akan terjadi serangkaian pulau-pulau gunung api baru yang terletak beberapa ratus kilometer dari palung laut dimana kedua lempeng samudra bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Tumbukan lempeng benua dengan lempeng samudra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tumbukan ini, lempeng samudra akan tertekuk ke bawah dengan sudut 45º atau lebih, menyusup ke bawah blok benua menuju atenosfer. Pada zona ini disebut zona subduksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Tumbukan lempeng benua dengan lempeng benua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada tumbukan ini, terjadi penyusupan lempeng ke bawah benua  sehingga menyebabkan massa benua dan sedimen lantai samudra tertekan , terlipat, dan terdeformasi. Akibatnya adalah terbentuknya formasi pegunungan baru. Peristiwa ini terjadi pada saat bersatunya India ke benua Asia yang menghasilkan pegunungan Himalaya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6384686089314667079-3332390492739006638?l=geologikita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologikita.blogspot.com/feeds/3332390492739006638/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6384686089314667079&amp;postID=3332390492739006638' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/3332390492739006638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/3332390492739006638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologikita.blogspot.com/2008/12/batas-lempeng-konvergen.html' title='Batas Lempeng Konvergen'/><author><name>koko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04847763235796465863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/STexex2qDQI/AAAAAAAAAAM/hohD5_-fz2E/S220/koko150.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SRcuRHOW9vI/AAAAAAAAANE/zhe_gOkP3dQ/s72-c/konv1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6384686089314667079.post-8202861994358989991</id><published>2008-12-11T22:21:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T22:22:12.994-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='struktur sedimen'/><title type='text'>Cetakan Hujan ( Rain Prints )</title><content type='html'>Rain prints merupakan bentukan pada batuan napal atau lempung yang terbentuk oleh tetesan air hujan, dimana bekas cekungan tersebut kemudian...&lt;span class="fullpost"&gt;terisi dengan cepat oleh endapan sedimen pasir atau lanau yang secara fisik kontras dengan sedimen asal sehingga membuat rain prints mudah untuk dikenali. Struktur ini memiliki ukuran 2 hingga 10 mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rain prints merupakan struktur sedimen yang baik dalam penentuan lingkungan pengendapan. Pengendapan struktur ini berada pada sub-areal atau sekitar daratan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SRgtwvqMIyI/AAAAAAAAANc/VYY2So64TWU/s1600-h/rain+prints.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 236px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SRgtwvqMIyI/AAAAAAAAANc/VYY2So64TWU/s400/rain+prints.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267010079660188450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar : Sketsa Rain Prints&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6384686089314667079-8202861994358989991?l=geologikita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologikita.blogspot.com/feeds/8202861994358989991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6384686089314667079&amp;postID=8202861994358989991' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/8202861994358989991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/8202861994358989991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologikita.blogspot.com/2008/12/cetakan-hujan-rain-prints.html' title='Cetakan Hujan ( Rain Prints )'/><author><name>koko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04847763235796465863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/STexex2qDQI/AAAAAAAAAAM/hohD5_-fz2E/S220/koko150.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SRgtwvqMIyI/AAAAAAAAANc/VYY2So64TWU/s72-c/rain+prints.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6384686089314667079.post-8576669400055063319</id><published>2008-12-11T22:20:00.002-08:00</published><updated>2008-12-11T22:21:31.288-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='struktur sedimen'/><title type='text'>Flaser Bedding</title><content type='html'>Selama pasang tinggi, lumpur umumnya terkumpul di seberang ripple crest dan pada trough. Flaser bedding dihasilkan..&lt;span class="fullpost"&gt; ketika lumpur ini berada pada trough.&lt;br /&gt;Struktur ini mengimplikasikan bahwa hadirnya dua sedimen suplai yaitu pasir dan lempung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SRjdddt6w2I/AAAAAAAAANk/-lttAv_L0Sc/s1600-h/flaser+bed.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 96px; height: 289px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SRjdddt6w2I/AAAAAAAAANk/-lttAv_L0Sc/s400/flaser+bed.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267203262472962914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada saat aktivitas arus, pasir tertransportasi dan terendapkan  sebagai ripples, lempung masih dalam bentuk suspensi. Pada  saat arus berhenti lempung terendapkan  pada trough atau menutup ripples tersebut. Saat dimulainya siklus selanjutnya, puncak ripples tererosi dan pasir baru terendapkan dalam bentuk ripples dan mengubur ripple bed pada troughs. Sehingga diperkirakan flaser bedding  diperkirakan terbentuk pada lingkungan pasang surut (subtidal zone)dan sangat jarang ditemukan terbentuk pada kondisi fluvial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur ini dapat digunakan dalam penentuan lingkungan pengendapan, dimana diperkirakan berada pada lingkungan pasang-surut(pada energi tinggi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6384686089314667079-8576669400055063319?l=geologikita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologikita.blogspot.com/feeds/8576669400055063319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6384686089314667079&amp;postID=8576669400055063319' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/8576669400055063319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/8576669400055063319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologikita.blogspot.com/2008/12/flaser-bedding.html' title='Flaser Bedding'/><author><name>koko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04847763235796465863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/STexex2qDQI/AAAAAAAAAAM/hohD5_-fz2E/S220/koko150.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SRjdddt6w2I/AAAAAAAAANk/-lttAv_L0Sc/s72-c/flaser+bed.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6384686089314667079.post-6867625507965537245</id><published>2008-12-11T22:20:00.001-08:00</published><updated>2008-12-11T22:20:49.990-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='struktur sedimen'/><title type='text'>Lenticuler Bedding</title><content type='html'>Lenticuler bedding merupakan ripple bedding berupa lensa pasir yang tidak kontinyu dan terisolasi tidak hanya pada arah vertikal juga pada arah horisontal. &lt;span class="fullpost"&gt;Lenticuler bedding terbentuk dalam bentuk tubuh lentikuler terisolasi dalam sebuah muddy substratum. Jadi lenticuler bedding membutuhkan kondisi aksi arus atau gelombang sehingga pasir diendapkan dan kondisi air lambat / tenang ketika lempung terendapkan.&lt;br /&gt;Lingkungan yang dapat membentuk struktur tersebut yang mungkin adalah subtidal zone dan intertidal zone ( marine   zone )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6384686089314667079-6867625507965537245?l=geologikita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologikita.blogspot.com/feeds/6867625507965537245/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6384686089314667079&amp;postID=6867625507965537245' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/6867625507965537245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/6867625507965537245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologikita.blogspot.com/2008/12/lenticuler-bedding.html' title='Lenticuler Bedding'/><author><name>koko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04847763235796465863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/STexex2qDQI/AAAAAAAAAAM/hohD5_-fz2E/S220/koko150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6384686089314667079.post-453838489749184194</id><published>2008-12-11T22:19:00.001-08:00</published><updated>2008-12-11T22:20:09.600-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='struktur sedimen'/><title type='text'>Lapisan Bergradasi ( Graded Bedding )</title><content type='html'>Graded Bedding merupakan struktur sedimen yang terbentuk bila butiran butiran dalam tubuh batuan sedimen berubah secara gradual, samakin &lt;span class="fullpost"&gt; menghalus atau semakin mengkasar.&lt;br /&gt;Pettijohn (1957) menggambarkan dua tipe pokok gradasi. Tipe pertama yaitu tidak terdapat butiran halus pada bagian bawah gradasi (gb.a). Sedangkan tipe kedua yaitu butiran halus terdapat pada seluruh gradasi (gb.b).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SRjow5tCYkI/AAAAAAAAAN0/V-OgKDq1rGM/s1600-h/graded+bed.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 259px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SRjow5tCYkI/AAAAAAAAAN0/V-OgKDq1rGM/s400/graded+bed.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267215691030880834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gb.  Perbedaan tipe Graded bedding (Pettijohn,1957 )&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Struktur ini berguna dalam penentuan top and bottom suatu batuan dimana pada umumnya pada gradasi normal, butiran yang berukuran lebih besar akan terendapkan terlebih dulu, sehingga bagian bottom memiliki ukuran butiran yang cenderung lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6384686089314667079-453838489749184194?l=geologikita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologikita.blogspot.com/feeds/453838489749184194/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6384686089314667079&amp;postID=453838489749184194' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/453838489749184194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/453838489749184194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologikita.blogspot.com/2008/12/lapisan-bergradasi-graded-bedding.html' title='Lapisan Bergradasi ( Graded Bedding )'/><author><name>koko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04847763235796465863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/STexex2qDQI/AAAAAAAAAAM/hohD5_-fz2E/S220/koko150.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SRjow5tCYkI/AAAAAAAAAN0/V-OgKDq1rGM/s72-c/graded+bed.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6384686089314667079.post-3741656940467859595</id><published>2008-12-11T22:17:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T22:18:34.572-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kristal dan mineral'/><title type='text'>Metamic Mineral</title><content type='html'>Batu-batu yang membentuk bumi, bulan dan planet-planet dibentuk dari mineral-mineral. mineral ada yang mengeluarkan tenaga elektris murni. Batuan-batuan itu yang disebut dengan batuan radioaktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metamic mineral adalah &lt;span class="fullpost"&gt;mineral yang hampir sepenuhnya menjadi amorf (tidak berstruktur) karena struktur kristal yang asli teruraikan oleh penembakan internal yang dilakukan oleh partikel alpha. Dikatakan pula bahwa metamic mineral sebagai mineral yang terdiri dari unsur-unsur radioaktif dimana variasi derajat tingkat perubahan dan pergantian yang sudah berlangsung menghasilkan radiasi yang merusak. Contohnya : terjadi di dalam zircon, torit dan beberapa mineral lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metamic mineral terbentuk ketika mineral kristalin yang asli kehilangan struktur kristalnya dikarenakan pengrusakan oleh partikel radioaktif. Disebut sebagai mineral metamic bersyaratkan mineral harus berisi sedikitnya sejumlah pengotor-pengotor  yang berupa uranium dan, atau torium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu partikel angkasa ke bumi juga menciptakan energi radiasi ini dari material uranium dan torium di atas bumi. Hal ini sangat mungkin terjadi karena dua  unsur-unsur ini ditemukan secara alami dan memperoleh energi mereka dari partikel angkasa ke bumi. Persentase kecil dari sinar ini mampu untuk memasuki beratus-ratus kaki batuan yang padat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh batuan yang merupakan mineral metamic yaitu :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Threadgoldite&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yaitu mineral yang mengandung Aluminum2.94%, Hydrogen1.87%, Oxygen36.60%, Phosphoru6.75%, dan Uranium51.85%&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SRkJ8YCxoZI/AAAAAAAAAN8/KpH5ZndBwf0/s1600-h/Threadgoldite.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 298px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SRkJ8YCxoZI/AAAAAAAAAN8/KpH5ZndBwf0/s400/Threadgoldite.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267252172037398930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Monazite-(Ce)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yaitu mineral dengan rumus kimia (Ce, La, Nd, Th, Y)PO4 , {dimana mineral ini mengandung Torium 4,83% (unsur radioaktif)}&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SRkKS-Bjb0I/AAAAAAAAAOE/--99pTQo8gU/s1600-h/Monazite-%28Ce%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SRkKS-Bjb0I/AAAAAAAAAOE/--99pTQo8gU/s400/Monazite-%28Ce%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267252560189943618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Swartzite&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yaitu mineral yang memiliki rumus kimia CaMg(UO2)(CO3)3•12H2O, { dimana mineral ini mengandung unsur uranium32,58% yang merupakan unsur radioaktif }&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SRkKgvR23dI/AAAAAAAAAOM/snKHYlfVS5s/s1600-h/Swartzite.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 296px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SRkKgvR23dI/AAAAAAAAAOM/snKHYlfVS5s/s400/Swartzite.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267252796749962706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6384686089314667079-3741656940467859595?l=geologikita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologikita.blogspot.com/feeds/3741656940467859595/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6384686089314667079&amp;postID=3741656940467859595' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/3741656940467859595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/3741656940467859595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologikita.blogspot.com/2008/12/metamic-mineral.html' title='Metamic Mineral'/><author><name>koko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04847763235796465863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/STexex2qDQI/AAAAAAAAAAM/hohD5_-fz2E/S220/koko150.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SRkJ8YCxoZI/AAAAAAAAAN8/KpH5ZndBwf0/s72-c/Threadgoldite.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6384686089314667079.post-1530261819438921032</id><published>2008-12-11T22:16:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T22:17:35.435-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='struktur sedimen'/><title type='text'>Ripple Mark</title><content type='html'>Ripple mark merupakan salah satu struktur sedimen yang terbentuk akibat aktivitas erosional. Pengertian ripple itu sendiri adalah suatu bentukan struktur yang menunjukkan adanya..&lt;span class="fullpost"&gt;undulasi berjarak teratur pada permukaan pasir atau pada permukaan perlapisan batupasir. Perkembangan dari struktur ini adalah cross lamination, yang merupakan pola struktur laminasi internal yang berkembang saat migrasi dari struktur ripple.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SRjgMxr_UYI/AAAAAAAAANs/Qp9sbZ4H2bQ/s1600-h/ripple.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 432px; height: 181px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SRjgMxr_UYI/AAAAAAAAANs/Qp9sbZ4H2bQ/s400/ripple.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267206274310689154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar : Terminologi Ripple Mark&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan struktur ripple ini berasal dari adanya suatu arus, misalnya arus angin yang membawa material-material pasir sebagai material transport kemudian dengan mekanisme pergerakan arus yang khas mengendapkan material transport tadi pada front side suatu ripple.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ripple mark dapat dipergunakan dalam penentuan arah arus dan penentuan top and bottom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6384686089314667079-1530261819438921032?l=geologikita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologikita.blogspot.com/feeds/1530261819438921032/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6384686089314667079&amp;postID=1530261819438921032' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/1530261819438921032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/1530261819438921032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologikita.blogspot.com/2008/12/ripple-mark.html' title='Ripple Mark'/><author><name>koko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04847763235796465863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/STexex2qDQI/AAAAAAAAAAM/hohD5_-fz2E/S220/koko150.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SRjgMxr_UYI/AAAAAAAAANs/Qp9sbZ4H2bQ/s72-c/ripple.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6384686089314667079.post-2486685792462647946</id><published>2008-12-11T22:09:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T22:14:41.578-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='struktur sedimen'/><title type='text'>Mud Crack</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Mudcrack ialah struktur sedimen yang berbentuk meruncing ke bawah dan berpola permukaan poligonal dengan retakan berbentuk V. Mudcrack merupakan hasil dari penyusutan/ pengeringan material sedimen yang disebabkan oleh hilangnya air yang terkandung di dalam material tersebut. Poligonal tersebut...&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;dapat bersisi 4 atau 5 atau 6 bahkan 7 dan berdiameter beberapa centimeter hingga beberapa meter. Ukuran dari poligonal mudcrack sangat tergantung / dikontrol oleh ketebalan dari lapisan sedimen yang terretakan (Collinson &amp;amp; Thompson, 1982).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SRgo1iVSuBI/AAAAAAAAANU/bChEVxMebQU/s1600-h/mud+crack.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 218px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SRgo1iVSuBI/AAAAAAAAANU/bChEVxMebQU/s400/mud+crack.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267004664424085522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar : Sketsa Mudcrack ( Selley 1976)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mudcrack terbentuk pada sedimen asal lumpur silisiklastik ataupun lumpur karbonat yang berukuran butir halus - sangat halus (fine-grained). Sebelum terendapkan material diatasnya dan sebelum terjadi litifikasi, sistem retakan tersebut pada umumnya akan terisi oleh butiran sedimen pasir atau lanau yang secara fisik kontras dengan sedimen asal sehingga membuat mudcrack mudah untuk dikenali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Mudcrack dapat dipergunakan untuk menentukan top and bottom dan menentukan lingkungan pengendapan. Mudcrack ini dapat terjadi di estuarin, laguna, daerah pasang surut, sungai, danau, dan berbagai lingkungan dimana lumpur sedimen dapat tersingkap secara perlahan dan memungkinkan untuk terjadi proses pengeringan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6384686089314667079-2486685792462647946?l=geologikita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologikita.blogspot.com/feeds/2486685792462647946/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6384686089314667079&amp;postID=2486685792462647946' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/2486685792462647946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/2486685792462647946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologikita.blogspot.com/2008/12/mud-crack.html' title='Mud Crack'/><author><name>koko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04847763235796465863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/STexex2qDQI/AAAAAAAAAAM/hohD5_-fz2E/S220/koko150.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PoV4ylx9r7U/SRgo1iVSuBI/AAAAAAAAANU/bChEVxMebQU/s72-c/mud+crack.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6384686089314667079.post-861320212863246258</id><published>2008-12-07T21:34:00.000-08:00</published><updated>2008-12-07T23:49:40.159-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info lain'/><title type='text'>Frekuensi Radio Jogja</title><content type='html'>Bagi warga jogjakarta berhati nyaman ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berikut daftar radio dan frekuensi radio yang ada di jogja..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arma Sebelas             &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;87.9&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q Radio                  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;88.3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MTV Sky                      &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;88.7&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanggar Buana &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;        89.1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasia Lima &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;         89.5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasando &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;                           90.3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PTDI Medari            &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;90.7&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RRI Jogjakarta &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;       91.1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radio SWA &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;                92.3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radio MBS                       &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;92.7&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radio Argo Sosro &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    93.2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reksa Buana Radio       &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;93.8&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radio Persatuan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;           94.2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radio Kotaperak         &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;94.6&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masdha                              &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;95.0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yasika                               &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;95.4&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prambors Jogja               &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;95.8&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ista Kalista                    &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;96.2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trijaya                            &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;97.0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sonora &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;                           97.4&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EMC                               &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;97.8&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POP                                 &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;98.2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GCD &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;                             98.6&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vedac                     &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;99.0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redjo Buntung        &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;99.4&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ram                       &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;100.5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Star FM &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;                    101.3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Swaragama         &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;101.7&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elti Radio              &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;102.1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RRI Jogjakarta   &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;102.5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stenas Prima &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;      103.7&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ardhia                 &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;104.1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unisi                     &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;104.5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakosa Female &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;  105.3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petra                        &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;105.7&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerenimo              &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;106.1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UTY FM               &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;106.9&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosala                   &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;107.2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Global                    &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;107.6&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media Top           &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;107.7&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6384686089314667079-861320212863246258?l=geologikita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologikita.blogspot.com/feeds/861320212863246258/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6384686089314667079&amp;postID=861320212863246258' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/861320212863246258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/861320212863246258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologikita.blogspot.com/2008/12/frekuensi-radio-jogja.html' title='Frekuensi Radio Jogja'/><author><name>koko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04847763235796465863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/STexex2qDQI/AAAAAAAAAAM/hohD5_-fz2E/S220/koko150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6384686089314667079.post-2390179817464397872</id><published>2008-11-17T02:41:00.000-08:00</published><updated>2011-09-08T07:32:31.694-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='batuan beku'/><title type='text'>Reaksi Bowen</title><content type='html'>Sebelum membahas tentang reaksi bowen, ada baiknya kita tahu tentang batuan beku. Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari membekunya magma cair yang terdesak ke permukaan bumi dan mengalami pendinginan. Magma ialah materi kental, panas, &lt;span class="fullpost"&gt;berpijar dan merupakan senyawa silikat yang berada di bawah kondisi tekanan dan suhu yang tinggi di dalam tubuh bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batuan beku terbentuk menjadi beberapa jenis.&lt;br /&gt;Jenis-jenis batuan beku tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu :   &lt;br /&gt;1. komposisi magma&lt;br /&gt;2. kecepatan magma untuk mendingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bowen adalah seorang ilmuwan berkebangsaan Kanada yang berhasil bereksperimen dan berhasil menjelaskan tentang hubungan antara kecepatan mendingin suatu magma dengan pembentukan macam-macam tipe batuan. Pada cairan magma yang mendingin dan membeku, ukuran kristal mineral berangsur-angsur membesar dan ada yang mengendap. Kristal yang tetap tinggal pada cairan magma bereaksi dengan kristal yang lain kemudian membentuk suatu mineral yang baru. Bermacam-macam tipe batuan beku dapat terbentuk sangat bergantung dari mineral-mineral yang ada pada magma cair pada awalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-oB7q5UwWk_A/TmjRTiKoB1I/AAAAAAAAAGg/eveSNjnj5t4/s1600/bowen.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 273px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-oB7q5UwWk_A/TmjRTiKoB1I/AAAAAAAAAGg/eveSNjnj5t4/s400/bowen.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649995866055378770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bowen menggolongkan pembentukan batu tersebut ke dalam dua kelompok, yaitu reaksi ferromagnesium yang tidak menerus (discontinuous) dan reaksi feldspar plagioclase yang terus menerus (continuous). Reaksi feldspar plagioclase menerus (continuous) ialah reaksi dimana mineral batuan yang terbentuk mempunyai komposisi yang berbeda tetapi mempunyai struktur kimia yang sama. Sedangkan reaksi ferromagnesium yang tidak terus menerus (discontinuous) ialah reaksi  dimana mineral-mineral batuan yang terbentuk mempunyai komposisi kimia yang berlainan dan struktur kristal yang berlainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urutan reaksi Bowen untuk reaksi ferromagnesium yang tidak terus menerus yaitu : Mineral yang paling awal dinyatakan dari magma yang berkomposisi basalt yaitu olivine dan kalsium-rich plagioklas. Saat proses pendinginan, reaksi olivin dengan sisa cairan membentuk mineral yang baru, yaitu piroksin. Reaksi piroksin berubah ke bentuk ampibole, dan ampibole membentuk biotit. Dan dari sini terlihat bahwa dari mineral awal menuju mineral akhir mempunyai struktur kristal yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi Bowen ini dapat membantu kita untuk memahami mengapa mineral tertentu cenderung terjadi / muncul bersama-sama di dalam batuan beku gunung berapi. Sebagai contoh yaitu  batu karang yang mafic, batu basal dan gabbro yang cenderung berisi mineral olivine, pyroxene, dan calcium-rich plagioclase feldspar. Mineral tersebut adalah mineral yang mengkristal pada temperatur yang tinggi. Contoh lain yaitu batu karang sialic atau felsic seperti granit dan rhyolite cenderung berisi kwarsa, kalium feldspar, sodium-rich plagioclase feldspar, dan kadang-kadang muscovite. Mineral tersebut adalah mineral yang mengkristal pada temperatur yang lebih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi Bowen juga membantu kita dalam memahami mengapa mineral tertentu tidak terjadi bersama-sama di dalam batuan beku gunung berapi. Sebagai contoh, olivine dan kwarsa tidak mungkin untuk terjadi di dalam batuan beku gunung berapi yang sama, sebab olivine adalah suatu mineral temperatur tinggi, dan kwarsa adalah suatu mineral temperatur rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6384686089314667079-2390179817464397872?l=geologikita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologikita.blogspot.com/feeds/2390179817464397872/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6384686089314667079&amp;postID=2390179817464397872' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/2390179817464397872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/2390179817464397872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologikita.blogspot.com/2008/11/reaksi-bowen.html' title='Reaksi Bowen'/><author><name>koko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04847763235796465863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/STexex2qDQI/AAAAAAAAAAM/hohD5_-fz2E/S220/koko150.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-oB7q5UwWk_A/TmjRTiKoB1I/AAAAAAAAAGg/eveSNjnj5t4/s72-c/bowen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6384686089314667079.post-1640883902675495009</id><published>2008-11-17T02:39:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T02:40:52.093-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kristal dan mineral'/><title type='text'>Kemagnetan Kristal</title><content type='html'>Kemagnetan kristal adalah sifat mineral terhadap gaya tarik magnet. Untuk mengetahui hal tersebut, dapat dilakukan dengan cara mendekatkan mineral dengan magnet. Sifat yang terjadi berupa&lt;span class="fullpost"&gt;mineral tertarik oleh magnet atau mineral tidak tertarik oleh magnet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemagnetan terjadi ketika ada suatu ketidakseimbangan dalam struktur susunan ion-ion besi. Besi ditemukan dalam dua prinsip ionik yang dinamakan ion besi belerang (ferrous ions) dan ion asam besi (ferric ions). Ion besi belerang bermuatan +2 ; sedangkan ion asam besi bermuatan +3. Kedua ion mempunyai perbedaan atomic radii karena muatan yang lebih tinggi pada ion asam besi menarik elektron yang mengelilingi ion secara kuat. Hal ini dapat mendorong kearah ion yang berbeda yang sedang ditempatkan dalam posisi terpisah pada suatu struktur kristal. Elektron bergerak dari besi belerang ke ion asam besi yang bermuatan lebih positif menciptakan suatu medan magnet yang lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat kemagnetan suatu mineral dibedakan menjadi 3 yaitu :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;1. Ferromagnetik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mineral ferromagnetik ialah mineral yang dapat ditarik oleh magnet dengan kuat.&lt;br /&gt;Contoh mineral Ferromagnetik  :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Magnetite&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Maghemite&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pyrrhotite&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Paramagnetik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mineral paramagnetik ialah mineral yang dapat ditarik oleh magnet, tetapi tertarik dengan lemah.&lt;br /&gt;Contoh mineral paramagnetik  :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Siderite&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Chromite&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Columbite&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Franklinite&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ilmenite&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tantalite, dll&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Diamagnetik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mineral diamagnetik adalah mineral yang tidak dapat ditarik sedikitpun oleh magnet (tidak terpengaruh oleh gaya tarik magnet). Hal ini terjadi karena dalam mineral ini tidak terdapat unsur besi (Fe).&lt;br /&gt;Contoh mineral diamagnetik  :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pirolusit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kuarsa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Serpentin, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6384686089314667079-1640883902675495009?l=geologikita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologikita.blogspot.com/feeds/1640883902675495009/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6384686089314667079&amp;postID=1640883902675495009' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/1640883902675495009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/1640883902675495009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologikita.blogspot.com/2008/11/kemagnetan-kristal.html' title='Kemagnetan Kristal'/><author><name>koko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04847763235796465863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/STexex2qDQI/AAAAAAAAAAM/hohD5_-fz2E/S220/koko150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6384686089314667079.post-5786931150592348829</id><published>2008-11-17T02:38:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T02:39:10.616-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='geomorfologi'/><title type='text'>Kars Di Indonesia</title><content type='html'>Kars adalah bentang alam di permukaan dan perut bumi, yang secara khas berkembang pada batu gamping dan dolomit sebagai akibat proses pelarutan dan peresapan air. Di Indonesia, potensi kars terdapat di pulau-pulau seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Lombok, NTB, Timor, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Di Pulau Jawa, sebaran kawasan kars terdapat di Rembang, Bojonegoro, &lt;span class="fullpost"&gt;Pangandaran, Tulungagung, Blitar, Surabaya, Kangean, Balekambang, Bawean, Mojokerto, Pacitan, Wonogiri, Wonosari, Purwokerto, Tegal, Cianjur, Bogor, Salatiga, Surakarta, Besuki, Tuban, Sumenep, Pamekasan, Banyuwangi, Ponorogo, Jember, Yogyakarta, Subang, Bandung, dan Karawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua daerah di Indonesia yang memiliki bentang alam kars mempunyai bentukan-bentukan yang khas di setiap daerah. Perbedaan-perbedaan tersebut menjadi dasar pengelompokan kawasan kars di Indonesia, yang antara lain adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a. Tipe Gunung Sewu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tipe bentang alam kars ini hadir berupa kawasan kars yang luas dan dicirikan bukit gamping berbentuk kerucut (konical) dan kubah yang jumlahnya puluhan ribu. Selain itu di dapati adanya lembah dolina dan polje diantara bukit-bukit tersebut. Di dalam dolina didapati adanya terrarosa yang menahan air sehingga tidak bocor ke dalam tanah. Terrarosa juga digunakan untuk lahan pertanian. Sungai-sungai yang mengalir masuk kebawah permukaan tanah melalui mulut-mulut gua (through caves) maupun dari sink yang ada. Sungai-sungai yang mengair di bawah tanah akan bergabung membentuk sistem besar yang berbentuk subrectanguler dendritik untuk kemudian meluah sebagai mata air pantai. Arah aliran sungai umumnya dikendalikan oleh struktur geologi. Tipe ini berkembang di sepanjang jalur pegunungan selatan dari Jawa Timur hingga Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;b . Tipe Gombong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bentang alam kars tipe gombong merupakan bongkah batugamping yang menumpang di atas lapisan batuan non-karbonat kedap air yang dicirikan oleh pembentukan cockpit, terutama yang dijumpai di daerah selatan Gombong (daerah Karangbolong). Bentukan depresi yang ada umumnya dibatasi oleh lereng yang terjal dan kadang dijumpai bentukan seperti bintang. Karena batugamping berada di atas lapisan batuan yang kedap air maka batas antara keduanya menjadi tempat keluarnya mata air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;c. Tipe Maros&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tipe ini dicirikan oleh bukit-bukit yang berbentuk menara (tower karst/magote). Pembentukan bentan alam ini berkaitan dengan bidang retakan (kekar dan sesar) yang arahnya berkedudukan tegak atau hanpir tegak. Tinggi menara antara 50-200 meter, berlereng terjal dan datar pada bagian puncaknya. Diantara bukit-bukit tersebut terdapat lembah-lembah sempit, berdasar rata, berbentuk memanjang. Bentukan yang khas ini dijumpai di daerah Maros, Sulawesi Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;d. Tipe Wawolesea&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tipe ini dicirikan adanya lorong-lorong yang terisi oleh air panas dan air asin dan di beberapa tempat terdapat jem batan alam (natural bridge). Tipe ini dicirikan terutama oleh kontrol hidrologi air panas sehingga terjadi proses pengendapan ulang larutan kalsit yang membentuk undak travertin yang beraneka ragam serta jarang dijumpai di tempat lain. Sifat asin dipengaruhi oleh air laut, pada saat pasang mendesak kedarat melalui sistem darat yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;e. Tipe Semau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tipe ini merupakan tipe kawasan kars yang melibatkan batugamping yang berumur muda (Kala Kwarter). Bentang alam yang dijumpai berupa rucutan (sink) dan lorong-lorong gua yang pendek yang bersatu membentuk sistem tertentu karena proses karstifikasi yang berlangsung belum lama.. Proses tektonik yang aktif mempercepat proses pelarutan dan mengakibatkan kawasan kars bertahap mengalami pengangkatan.Undak-undak pantai yang disusun oleh koral dapat mencapai tebal 25-100 meter dan mengalami pengangkatan 2,5 cm/tahun. Tipe Semau dijumpai pada P. Semau sebelah barat Kupang, NTT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;f. Tipe Nusa Penida&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pulau Nusa Penida yang terletak di sebelah selatan P. Bali memiliki kawasan karst yang tersusun atas batugamping klastik dan non klastik. Pada lapisan batugamping klastik yang umumnya berlapis, terdapat sisipan batuan gampingan berukuran halus dan kedap air. Adanya perulangan jenis batuan menyebakan terjadi keluaran air tanah yang bertingkat. Bentang alam dolina dan bukit kerucut tidak berkembang dengan baik. Gua-gua juga tidak berkembang dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;g. Tipe Irian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak yang penulis belum diketahui mengenai tipe kars di Irian. Namun berdasar informasi yang ada tipe kars di Irian dicirikan oleh adanya gua-gua yang panjang. Kars disusun oleh batugamping klastik dan bioklastik, sebagian bahkan telah terubah menjadi metasedimen akibat kontak dengan intrusi batuan beku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan kars di Indonesia ditetapkan sebagai cagar alam warisan dunia (world heritage site), karena potensinya --sebagaimana terdapat di Gunung Sewu-- merupakan kesatuan ekosistem biofisik dengan geomorfologi yang sangat unik, dan tidak ada duanya di dunia. Sebagai aset nasional, kawasan kars memiliki paling tidak tiga manfaat. Manfaatnya yaitu :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, sebagai ekologi bernilai ilmiah, yang berkaitan dengan ilmu kebumian, litologi, struktur geologi dan mineral, situs-situs fosil, arkeologi dan plaeontologi, serta tempat berlindung flora dan fauna endemis.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, punya nilai sosial budaya, yang mencakup aspek spiritual keagamaan; terutama menyangkut keberadaan gua sebagai tempat keramat untuk kepentingan ritual, bernilai estetika, rekreasi, pendidikan, lahan jelajah petulangan speologi menyusuri gua dan perut bumi, serta pemanjatan tebing.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, punya nilai ekonomi yang tinggi, karena menjadi sumber air sungai bawah tanah, pertambangan batu kapur dan bahan semen, kehutanan, pertanian, serta pariwisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sebagai aset nasional, maka perlu adanya sikap konsisten terhadap pemanfaatan kars. Tujuannya, agar kelak tidak muncul kekecewaan akibat kehilangan karena telanjur dieksploitasi dari aspek penambangan batuan mineralnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6384686089314667079-5786931150592348829?l=geologikita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologikita.blogspot.com/feeds/5786931150592348829/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6384686089314667079&amp;postID=5786931150592348829' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/5786931150592348829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/5786931150592348829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologikita.blogspot.com/2008/11/kars-di-indonesia.html' title='Kars Di Indonesia'/><author><name>koko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04847763235796465863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/STexex2qDQI/AAAAAAAAAAM/hohD5_-fz2E/S220/koko150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6384686089314667079.post-8163782309869656692</id><published>2008-11-17T02:37:00.001-08:00</published><updated>2009-11-04T11:17:38.994-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kristal dan mineral'/><title type='text'>Sifat- Sifat Kristal</title><content type='html'>Kristal memiliki berbagai sifat khas, dimana kita dapat menentukan kristal tersebut dengan menggunakan ke khasan dari suatu kristal. Berikut sifat-sifat khas dari mineral &lt;span class="fullpost"&gt; :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Rasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rasa bukanlah yang pertama atau mungkin yang terakhir dalam &lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/SvHSqcliMqI/AAAAAAAAABs/FbeacVw4cjE/s1600-h/kristal.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 132px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/SvHSqcliMqI/AAAAAAAAABs/FbeacVw4cjE/s200/kristal.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400329054863897250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mendiskripsi mineral. Namun, rasa kadang-kadan&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;g merupakan suatu karakteristik yang sangat baik dan suatu kunci dalam mengidentifikasi beberapa mineral. Umumnya mineral yang biasa dirasa/dicicipi adalah garam-batuan atau halit, tetapi ada beberapa lain mineral yang mempunyai suatu rasa yang membedakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika merasakan suatu mineral, janganlah langsung menjilat mineral tersebut karena kemungkinan mineral tersebut beracun. Hal yang perlu dilakukan yaitu membasahi jari lalu sentuhkan jari tersebut ke mineral kemudian jilatlah jari tersebut. Dengan cara ini, seandainya mineral tersebut beracun maka hanya sedikit racun yang mas&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;uk ke mulut.&lt;br /&gt;Beberapa mineral mempunyai rasa yang unik dan tidak dapat diuraikan kecuali garis besarnya, tetapi dengan berlatih dan mencoba, mineral bisa dengan mudah dikenali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa contoh mineral yang mempunyai rasa tertentu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Borax(alkali manis)&lt;br /&gt;- Chalcanthit(logam manis)&lt;br /&gt;- Glauberit(pahit agak asin)&lt;br /&gt;- Halit (asin)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Hanksit (asin)&lt;br /&gt;- Silvit (pahit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Ketembusan Cahaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/SvHTC-PxIHI/AAAAAAAAAB0/MSpc-FO1_Jw/s1600-h/Halit.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 130px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/SvHTC-PxIHI/AAAAAAAAAB0/MSpc-FO1_Jw/s200/Halit.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400329476216266866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketembusan cahaya adalah kemampuan mineral untuk melewatkan cahaya/sinar. Sifat ini dibedakan menjadi 3 kelompok, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;1. TRANSPARAN MINERAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Transparan mineral ialah sifat mineral dimana mineral tersebut mampu melewatkan cahaya dan tembus pandang seperti kaca.&lt;br /&gt;Contoh transparan mineral  :&lt;br /&gt;- Topaz&lt;br /&gt;- Kalsit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;2. TRANSLUCENT MINERAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Translucent mineral ialah sifat mineral dimana mineral tersebut tembus cahaya tetapi tidak  tembus pandang.&lt;br /&gt;Contoh translucent mineral :&lt;br /&gt;- Witherit&lt;br /&gt;- Gipsum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;3. OPAK MINERAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Opak adalah sifat mineral dimana mineral tidak tembus cahaya meskipun dalam bentuk helaian/lembaran yang sangat tipis. Biasanya mineral ini mempunyai kilap metalik.&lt;br /&gt;Contoh Opak mineral :&lt;br /&gt;- Bixbyite&lt;br /&gt;- Hematit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. BAU MINERAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beberapa mineral mempunyai bau tertentu. Pada umumnya, bau mineral tidaklah begitu tercium kecuali mineral tersebut baru saja digali. Contoh mineral yang memiliki bau yaitu :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mineral sulfur dan juga kelompok mineral sulfida ( markasit, galena, kalkosit, dll) mempunyai bau yang sangat menyengat dan khas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Arsenopirit (mineral arsenik yang beracun) berbau seperti bawang putih ketika mineral ini dihancurkan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D. REAKSI DENGAN ASAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mineral yang dapat bereaksi dengan asam cenderung merupakan kelompok mineral karbonat. Kelompok ini dicirikan dengan adanya gugus anion kompleks, yaitu CO32-. Reaksi dengan asam akan menyebabkan mineral menjadi tidak stabildan akan memutuskan ikatan dan membentuk air dan CO2. Sebagai contoh kalsit, reaksinya yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CaCO3 + 2H(+1) -------&gt; Ca(+2) + H2O + CO2 (gas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada reaksi ini terjadi suatu gelembung dan buih. Gelembung dan buih ini merupakan reaksi yang menandai adanya ion karbonat. Untuk mendeteksi ion karbonat biasanya digunakan asam HCl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6384686089314667079-8163782309869656692?l=geologikita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologikita.blogspot.com/feeds/8163782309869656692/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6384686089314667079&amp;postID=8163782309869656692' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/8163782309869656692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/8163782309869656692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologikita.blogspot.com/2008/11/sifat-sifat-kristal.html' title='Sifat- Sifat Kristal'/><author><name>koko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04847763235796465863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/STexex2qDQI/AAAAAAAAAAM/hohD5_-fz2E/S220/koko150.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/SvHSqcliMqI/AAAAAAAAABs/FbeacVw4cjE/s72-c/kristal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6384686089314667079.post-3833998633547142443</id><published>2008-11-17T02:35:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T02:36:55.621-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tektonika'/><title type='text'>Tektonik Lempeng</title><content type='html'>Tektonik lempeng adalah suatu teori yang menerangkan proses dinamika (pergerakan) bumi tentang pembentukan jalur pegunungan, jalur gunung api, jalur gempa bumi, dan cekungan endapan di muka bumi yang diakibatkan oleh pergerakan lempeng. Menurut teori ini, permukaan bumi terpecah menjadi &lt;span class="fullpost"&gt;beberapa lempeng besar. Ukuran dan posisi dari tiap-tiap lempeng ini selalu berubah-ubah. Pertemuan antara lempeng-lempeng ini, merupakan tempat-tempat yang memiliki kondisi tektonik yang aktif, yang menyebabkan yaitu gempa bumi, gunung berapi, dan pembentukan dataran tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1912, seorang ahli meteorologi dan fisika Jerman, Alferd Wegener mengemukakan tentang konsep pengapungan benua. Hipotesanya yaitu bumi pada awalnya hanya terdiri dari satu benua (super continent) yang disebut Pangaea dan dikelilingi oleh lautan yang dainamakan Panthalassa. Kemudian Pangaea ini pecah menjadi benua-benua yang lebih kecil dan bergerak ke tempatnya seperti sekarang ini. Hal ini didukung oleh bukti kesamaan garis pantai, kesamaan fosil kesamaan struktur dan batuan antar benua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip umum dari lempeng tektonik ini adalah adanya lempeng litosfer padat dan kaku yang terapung di atas selubung bagian atas yang bersifat plastis. Selubung bagian atas bumi merupakan massa yang mendekati titik lebur atau bisa dikatakan hampir mendekati cair sehingga wajarlah kalau lempeng litosfer yang padat dapat bergerak di atasnya. Kerak bumi (litosfer) dapat diterangkan ibarat suatu rakit yang sangat kuat dan relatif dingin yang mengapung di atas mantel astenosfer yang liat dan sangat panas. Ada dua jenis kerak bumi yakni kerak samudera yang tersusun oleh batuan bersifat basa dan sangat basa, yang dijumpai di samudera sangat dalam, dan kerak benua tersusun oleh batuan asam dan lebih tebal dari kerak samudera. Kerak bumi menutupi seluruh permukaan bumi, namun akibat adanya aliran panas yang mengalir di dalam astenofer menyebabkan kerak bumi ini pecah menjadi beberapa bagian yang lebih kecil yang disebut lempeng kerak bumi. Dengan demikian lempeng dapat terdiri dari kerak benua, kerak samudera atau keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lempeng litosfer yang kita kenal sekarang ini ada 6 lempeng besar, yaitu lempeng Eurasia, Amerika utara, Amerika selatan, Afrika, Pasifik, dan Hindia Australia. Lempeng-lempeng tersebut bergerak di atas lapisan astenosfir (kedalaman 500 km di dalam selubung dan bersifat kampir melebur atau hampir berbentuk cair). Karena hal tersebut, maka terjadi interaksi antar lempeng pada batas-batas lempeng yang dapat berbentuk :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Divergen : lempeng-lempeng bergerak saling menjauh dan mengakibatkan material dari selubung naik membentuk lantai samudra baru dan membentuk jalur magmatik atau gunung api.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Konvergen : lempeng-lempeng saling mendekati dan menyebabkan tumbukan dimana salah satu dari lempeng akan menunjam (menyusup) ke bawah yang lain masuk ke selubung. Daerah penunjaman membentuk suatu palung yang dalam, yang biasanya merupakan jalur gempa bumi yang kuat. Dibelakang jalur penunjaman akan terbentuk rangkaian kegiatan magmatik dan gunungapi serta berbagai cekungan pengendapan. Salah satu contohnya terjadi di Indonesia, pertemuan antara lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia menghasilkan jalur penunjaman di selatan Pulau Jawa dan jalur gunungapi Sumatera, Jawa dan Nusatenggara dan berbagai cekungan seperti Cekungan Sumatera Utara, Sumatera Tengah, Sumatera Selatan dan Cekungan Jawa Utara.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Transform : lempeng-lempeng saling bergesekan tanpa membentuk atau merusak litosfer. Hai ini dicirikan oleh adanya sesar mendatar yang besar seperti misalnya Sesar Besar San Andreas di Amerika.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Pada daerah konvergen terjadi perusakan litosfer yang berlebihan. Tumbukan pada zona konvergen ini dipengaruhi oleh tipe material yang terlibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbukan itu dapat berupa :&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;1. Tumbukan lempeng benua dengan lempeng samudra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tumbukan ini, lempeng samudra akan tertekuk ke bawah dengan sudut 45º atau lebih, menyusup ke bawah blok benua menuju atenosfer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;2. Tumbukan lempeng samudra dengan lempeng samudra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bila dua lempeng saling bertumbukan, maka salah satu akan menyusup di bawah yang lain dan menghasilkan aktivitas vulkanik. Gunung api yang terbentuk cenderung di lantai samudra. Bila tumbuh ke atas permukan laut, maka akan terjadi serangkaian pulau-pulau gunung api baru yang terletak beberapa ratus kilometer dari palung laut dimana kedua lempeng samudra bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;3. Tumbukan lempeng benua dengan lempeng benua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada tumbukan ini, terjadi penyusupan lempeng ke bawah benua  sehingga menyebabkan massa benua dan sedimen lantai samudra tertekan , terlipat, dan terdeformasi. Akibatnya adalah terbentuknya formasi pegunungan baru. Peristiwa ini terjadi pada saat bersatunya India ke benua Asia yang menghasilkan pegunungan Himalaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyebab Lempeng Bergerak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang banyak diterima mengenai penyebab kempeng bergerak saat ini adalah karena adanya arus konveksi di dalam selubung atau mantel. Sebagai energi dalam hal ini adalah panas bumi. Panas bumi menyebar ke luar pusat bumi sepanjang waktu. Konveksi di dalam bumi dikendalikan oleh gravitasi dan sifat-sifat batuan yang mengkerut bila mendingin. Hal ini berarti litosfer samudra lebih berat dari selubung di bawahnya. Sedangkan gaya gravitasi yang menarik lempeng ini cukup kuat untuk menendalikan mantel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6384686089314667079-3833998633547142443?l=geologikita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologikita.blogspot.com/feeds/3833998633547142443/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6384686089314667079&amp;postID=3833998633547142443' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/3833998633547142443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/3833998633547142443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologikita.blogspot.com/2008/11/tektonik-lempeng.html' title='Tektonik Lempeng'/><author><name>koko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04847763235796465863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/STexex2qDQI/AAAAAAAAAAM/hohD5_-fz2E/S220/koko150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6384686089314667079.post-5823965051478202007</id><published>2008-11-17T02:33:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T02:35:04.077-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='minyak dan gas'/><title type='text'>Proses Pembentukan Minyak bumi</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;img src="http://persembahanku.files.wordpress.com/2006/08/04.jpg?w=97&amp;amp;h=110" alt="Siklus Karbon" align="left" vspace="5" width="97" height="110" hspace="5" /&gt;&lt;/p&gt; Membahas identifikasi minyak bumi tidak dapat lepas dari bahasan teori pembentukan minyak bumi dan kondisi pembentukannya yang membuat suatu minyak bumi menjadi spesifik dan tidak sama antara suatu minyak bumi dengan minyak bumi lainnya. Karena saya adalah seorang chemist, maka pendekatan yang saya lakukan lebih banyak kepada aspek kimianya daripada dari aspek geologi. Pemahaman tentang proses pembentukan minyak bumi akan diperlukan &lt;span class="fullpost"&gt; sebagai bahan pertimbangan untuk menginterpretasikan hasil identifikasi. Ada banyak hipotesa tentang terbentuknya minyak bumi yang dikemukakan oleh para ahli, beberapa diantaranya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Teori Biogenesis (Organik)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Macqiur (Perancis, 1758) merupakan orang yang pertama kali mengemukakan pendapat bahwa minyak bumi berasal dari tumbuh-tumbuhan. Kemudian M.W. Lamanosow (Rusia, 1763) juga mengemukakan hal yang sama. Pendapat di atas juga didukung oleh sarjana lainnya seperti, New Beery (1859), Engler (1909), Bruk (1936), Bearl (1938) dan Hofer. Mereka menyatakan bahwa: “minyak dan gas bumi berasal dari organisme laut yang telah mati berjuta-juta tahun yang lalu dan membentuk sebuah lapisan dalam perut bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Teori Abiogenesis (Anorganik)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Barthelot (1866) mengemukakan bahwa di dalam minyak bumi terdapat logam alkali, yang dalam keadaan bebas dengan temperatur tinggi akan bersentuhan dengan CO2 membentuk asitilena. Kemudian Mandeleyev (1877) mengemukakan bahwa minyak bumi terbentuk akibat adanya pengaruh kerja uap pada karbida-karbida logam dalam bumi. Yang lebih ekstrim lagi adalah pernyataan beberapa ahli yang mengemukakan bahwa minyak bumi mulai terbentuk sejak zaman prasejarah, jauh sebelum bumi terbentuk dan bersamaan dengan proses terbentuknya bumi. Pernyataan tersebut berdasarkan fakta ditemukannya material hidrokarbon dalam beberapa batuan meteor dan di atmosfir beberapa planet lain .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak hipotesa tersebut yang sering dikemukakan adalah Teori Biogenesis, karena lebih bisa. Teori pembentukan minyak bumi terus berkembang seiring dengan berkembangnya teknologi dan teknik analisis minyak bumi, sampai kemudian pada tahun 1984 G. D. Hobson dalam tulisannya yang berjudul The Occurrence and Origin of Oil and Gas menyatakan bahwa : “The type of oil is dependent on the position in the depositional basin, and that the oils become lighter in going basinward in any horizon. It certainly seems likely that the depositional environment would determine the type of oil formed and could exert an influence on the character of the oil for a long time, even thought there is evolution”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan teori Biogenesis, minyak bumi terbentuk karena adanya kebocoran kecil yang permanen dalam siklus karbon. Siklus karbon ini terjadi antara atmosfir dengan permukaan bumi, yang digambarkan dengan dua panah dengan arah yang berlawanan, dimana karbon diangkut dalam bentuk karbon dioksida (CO2). Pada arah pertama, karbon dioksida di atmosfir berasimilasi, artinya CO2 diekstrak dari atmosfir oleh organisme fotosintetik darat dan laut. Pada arah yang kedua CO2 dibebaskan kembali ke atmosfir melalui respirasi makhluk hidup (tumbuhan, hewan dan mikroorganisme).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://persembahanku.files.wordpress.com/2006/08/04.jpg?w=416&amp;amp;h=495" alt="Siklus Karbon" align="left" vspace="5" width="416" height="495" hspace="5" /&gt;&lt;/p&gt;Dalam proses ini, terjadi kebocoran kecil yang memungkinkan satu bagian kecil karbon yang tidak dibebaskan kembali ke atmosfir dalam bentuk CO2, tetapi mengalami transformasi yang akhir-nya menjadi fosil yang dapat terbakar. Bahan bakar fosil ini jumlahnya hanya kecil sekali. Bahan organik yang mengalami oksidasi selama pemendaman. Akibatnya, bagian utama dari karbon organik dalam bentuk karbonat menjadi sangat kecil jumlahnya dalam batuan sedimen.&lt;br /&gt;Pada mulanya senyawa tersebut (seperti karbohidrat, protein dan lemak) diproduksi oleh makhluk hidup sesuai dengan kebutuhannya, seperti untuk mempertahankan diri, untuk berkembang biak atau sebagai komponen fisik dan makhluk hidup itu. Komponen yang dimaksud dapat berupa konstituen sel, membran, pigmen, lemak, gula atau protein dari tumbuh-tumbuhan, cendawan, jamur, protozoa, bakteri, invertebrata ataupun binatang berdarah dingin dan panas, sehingga dapat ditemukan di udara, pada permukaan, dalam air atau dalam tanah.&lt;br /&gt;Apabila makhluk hidup tersebut mati, maka 99,9 % senyawa karbon dan makhluk hidup akan kembali mengalami siklus sebagal rantai makanan, sedangkan sisanya 0,1 % senyawa karbon terjebak dalam tanah dan dalam sedimen. Inilah yang merupakan cikal bakal senyawa-senyawa fosil atau dikenal juga sebagai embrio minyak bumi. Embrio ini mengalami perpindahan dan akan menumpuk di salah satu tempat yang kemungkinan menjadi reservoar dan ada yang hanyut bersama aliran air sehingga menumpuk di bawah dasar laut, dan ada juga karena perbedaan tekanan di bawah laut muncul ke permukaan lalu menumpuk di permukaan dan ada pula yang terendapkan di permukaan laut dalam yang arusnya kecil.&lt;br /&gt;Embrio kecil ini menumpuk dalam kondisi lingkungan lembab, gelap dan berbau tidak sedap di antara mineral-mineral dan sedimen, lalu membentuk molekul besar yang dikenal dengan geopolimer. Senyawa-senyawa organik yang terpendam ini akan tetap dengan karakter masing-masing yang spesifik sesuai dengan bahan dan lingkungan pembentukannya. Selanjutnya senyawa organik ini akan mengalami proses geologi dalam perut bumi. Pertama akan mengalami proses diagenesis, dimana senyawa organik dan makhluk hidup sudah merupakan senyawa mati dan terkubur sampai 600 meter saja di bawah permukaan dan lingkungan bersuhu di bawah 50°C.&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://persembahanku.files.wordpress.com/2006/08/02.jpg?w=500&amp;amp;h=338" alt="Fosil molekul dan prekursornya" vspace="5" width="500" height="338" hspace="5" /&gt;&lt;/p&gt;Pada kondisi ini senyawa-senyawa organik yang berasal dan makhluk hidup mulai kehilangan gugus beroksigen akibat reaksi dekarboksilasi dan dehidratasi. Semakin dalam pemendaman terjadi, semakin panas lingkungannya, penam-bahan kedalaman 30 - 40 m akan menaik-kan temperatur 1°C. Di kedalaman lebih dan 600 m sampai 3000 m, suhu pemendaman akan berkisar antara 50 - 150 °C, proses geologi kedua yang disebut katagenesis akan berlangsung, maka geopolimer yang terpendam mulal terurai akibat panas bumi.&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://persembahanku.files.wordpress.com/2006/08/03.JPG?w=300&amp;amp;h=385" alt="Kondisi yang mempengaruhi karakter minyak bumi." align="left" vspace="5" width="300" height="385" hspace="5" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Komponen-komponen minyak bumi pada proses ini mulai terbentuk dan senyawa–senyawa karakteristik yang berasal dan makhluk hidup tertentu kembali dibebaskan dari molekul. Bila kedalaman terus berlanjut ke arah pusat bumi, temperatur semakin naik, dan jika kedalaman melebihi 3000 m dan suhu di atas 150°C, maka bahan-bahan organik dapat terurai menjadi gas bermolekul kecil, dan proses ini disebut metagenesis.&lt;br /&gt;Setelah proses geologi ini dilewati, minyak bumi sudah terbentuk bersama-sama dengan bio-marka. Fosil molekul yang sudah terbentuk ini akan mengalami perpindahan (migrasi) karena kondisi lingkungan atau kerak bumi yang selalu bergerak rata-rata se-jauh 5 cm per tahun, sehingga akan ter-perangkap pada suatu batuan berpori, atau selanjutnya akan bermigrasi membentuk suatu sumur minyak. Apabila dicuplik batuan yang memenjara minyak ini (batuan induk) atau minyak yang terperangkap dalam rongga bu-mi, akan ditemukan fosil senyawa-senyawa organik. Fosil-fosil senyawa inilah yang diten-tukan strukturnya menggunaan be-berapa metoda analisis, sehingga dapat menerangkan asal-usul fosil, bahan pembentuk, migrasi minyak bumi serta hubungan antara suatu minyak bumi dengan minyak bumi lain dan hubungan minyak bumi dengan batuan induk.&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;—&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Daftar Pustaka&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Edgar Winston Spencer, 1977, “Introduction to the Structure of the Earth”, McGraw-Hill, Inc., New York.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. George Douglas Hobson, 1984, “The Occurrence and Origin of Oil and Gas”, Fifth Edition, Proceedings of Modern Petroleum Technology, Institute of Petroleum, Great Britain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Peters, K. E., and M. Moldowan, 1993, “The Biomarker Guide for Interpreting Molecular Fossils in Petroleum and Ancient Sediments”, Prentice Hall, New Jersey.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Philip, R. P., 1985, “Fossil Fuel Biomarkers. Application and Spectra”, Elsevier, Amsterdam.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://persembahanku.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6384686089314667079-5823965051478202007?l=geologikita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologikita.blogspot.com/feeds/5823965051478202007/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6384686089314667079&amp;postID=5823965051478202007' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/5823965051478202007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6384686089314667079/posts/default/5823965051478202007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologikita.blogspot.com/2008/11/proses-pembentukan-minyak-bumi.html' title='Proses Pembentukan Minyak bumi'/><author><name>koko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04847763235796465863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HSVTOXqXcso/STexex2qDQI/AAAAAAAAAAM/hohD5_-fz2E/S220/koko150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
